Mata Kunang-kunang

Malam tiba. Kamu terbaring di sampingnya. Lagu Bugis terus mengalun. Terus mengalun. Menampar-nampar sepi. Meramu malam lebih eksotis. Di luar gerimis sedang menyusun rencana mengantar gigil. Daun...

Mata Kunang-kunang
Bacakan Artikel

โ€œUntuk?โ€ Tanyamu

โ€œKe sini saja, kita menatapi gerimis,โ€

โ€œAku tidak suka gerimis, aku tidak ingin melihatnya. Aku hanya ingin melihat kunang-kunang,โ€ katamu tegas.

Ia terlihat geram karena tidak kamu hiraukan. Ia melangkah ke ruang dapur. Mengambil pisau dapur yang sore tadi diasah tajam.

Lalu, ia mencungkil matanya. Kamu berteriak histeris. Tetangga berhamburan datang. Ia melempar matanya ke padamu. โ€œDi sana kunang-kunang telah berumah. Di mataku. Simpanlah!โ€ pintanya.

Orang-orang yang datang terdiamโ€”menutup mulutnya. Mata curiga menerkam ke arahmu. Matamu melotot, gerimis berhamburan keluar bercampur darah dari matanya.

[irp]

Pilih Halaman: