Mantan Menteri Lingkungan Hidup Bicara Soal Perubahan Iklim di Pascasarjana Unhas

Makassar, Klikhijau.com- Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kuliah umum yang menghadirkan utusan khusus Presiden Republik Indonesia untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Prof....

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Bicara Soal Perubahan Iklim di Pascasarjana Unhas
Bacakan Artikel

Dia menyatakan, persoalan tersebut merupakan akibat dari berbagai kegiatan manusia sendiri yang menimbulkan emisi gas rumah kaca, seperti penggunaan lahan, alih fungsi lahan, eksploitasi hutan, penggunaan energi dan transportasi berbahan fosil, aktivitas industri, manajemen sampah yang buruk, dan lainnya.

Dalam kuliahnya, Prof. Rachmat Witoelar mengungkapkan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pertama, mengembangkan data global dan sistem pemantauan yang kuat dan terintegrasi untuk memberikan informasi berbasis sains kepada para pembuat kebijakan. Kedua, meningkatkan kolaborasi antarnegara dan pemangku kepentingan dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Ketiga, melibatkan semua pihak (non-state actors) termasuk perguruan tinggi dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Terakhir, menciptakan dan memperluas enabling environment untuk inovasi dan langkah terobosan.

โ€œPerubahan iklim adalah urusan semua orang. Karena itu, setiap orang harus melakukan aksi. Perubahan iklim tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja," katanya.


KLIK INI: Mencengangkan, di Negara Vladimir Putin, Asap Industri Batu Bara Menyulap Salju Jadi Hitam


Menyikapi fenomena perubahan iklim, menurut alumnus Institut Teknologi Bandung tersebut, peran perguruan tinggi sangat penting. Peran itu diperlukan dalam penelitian, penyediaan data, dan penyebarluasan informasi pada pengambil kebijakan dan masyarakat.

โ€œJadi, peran perguruan tinggi sudah bagus. Tetapi, lebih dituntut lagi karena tantangannya semakin besar. Saya harapkan perguruan tinggi, citvitas akademika, para pengajar dan mahasiswa betul-betul menekuni masalah ini. Di satu pihak untuk ilmunya, di lain pihak untuk memasyarakatkan karena ini perlu partisipasi masyarakat," ujar Prof. Rachmat Witoelar.

Rachmat Witoelar berharap Unhas dapat memainkan peran yang strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Sebab, Unhas memiliki sumber daya manusia yang kuat, dan program studi yang terkait dengan perubahan iklim.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: