Manggala Agni dari Sulawesi Menuju Bali-Tanggerang, Merah Putih tetap Berkibar

Klikhijau.com - Perjalanan selalu terasa singkat. Kemarin, kita serupa sekumpulan serdadu perang di medan terbuka. Terpapar panas, mengurai tumpukan sampah. Penuh peluh, basah juga kotor, dekil berbau...

Manggala Agni dari Sulawesi Menuju Bali-Tanggerang, Merah Putih tetap Berkibar
Bacakan Artikel
Ishak Andi Kunna

Birokrat dan praktisi lapangan di bawah kementerian kehutanan, menjabat sebagai Kepala Manggala Agni Daops Sulawesi I

Klikhijau.com - Perjalanan selalu terasa singkat. Kemarin, kita serupa sekumpulan serdadu perang di medan terbuka. Terpapar panas, mengurai tumpukan sampah. Penuh peluh, basah juga kotor, dekil berbau di Suwung Denpasar dan Rawa Kucing Tanggerang.

Perjalanan berawal dari menyeberangi tanah kelahiran Sulawesi, menuju tanah surgawi Bali. Disana, tumpukan sampah tanpa daya melawan gelombang panas El Nino. Gas-gas metan yang terpenjara, terus berontak mencari jalan keluar ke segala arah. Alhasil, mereka berhasil menuju puncak pelarian, menyebar tak terkendali.

Matahari dengan kuasanya seakan merestui pelarian itu. Ia semakin memanas, ditengah tiupan angin yang turut melepas metan ke langit. Lalu, entah kenapa, saat panas, udara dan metan ditumpukan sampah berkumpul, seketika memunculkan api. Serupa konspirasi, tujuan mereka berkumpul adalah melepas api untuk membakar Denpasar.

Masalah pun terjadi. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar terbakar membuat panik seisi kota. Puluhan armada pemadam diterjunkan, ribuan galon air laksana air hujan berusaha melawan amukan api.

Semalaman penuh, terjadi perang di medan terbuka. Api terdesak. Mereka lari. Sembunyi di lorong-lorong metan. Api tidak mau menyerah. Api merubah strategi, ia memanasi setiap celah kecil penjara metan. Penjara bawah sampah terus bergejolak.

[caption id="attachment_29840" align="alignnone" width="664"]ishak Bertemu menteri LHK Siti Nurbaya - Foto: Ist[/caption]

Setiap celah metan makin terbuka. Metan dan api terus bersatu. Mengeluarkan kabut asap penuh racun.

Strategi ini berhasil. Kabut asap merepotkan seisi kota. Warga sekitar terdampak. Ada yg evakuasi hingga diungsikan. Kabut asap terus mengepul, mengotori udara Denpasar. Petinggi negeri berang, menyatakan perang.

Status tanggap darurat terbit. Segenap kekuatan dikerahkan. Kabar berita tersiar melaui kanal massa. Menjadi topik panas. Sama panasnya dengan El Nino. Mengurung Sulawesi hingga kering sampai ke pelosok kampung.

Di satu kampung Sulawesi bernama Parangloe Gowa, hidup sekelompok avatar pengendali lima unsur kehidupan. Api, air, angin, tanah dan kayu. Dalam keseharian, mereka membersamai lima inti sari kehidupan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2