Manggala Agni dari Sulawesi Menuju Bali-Tanggerang, Merah Putih tetap Berkibar

Klikhijau.com - Perjalanan selalu terasa singkat. Kemarin, kita serupa sekumpulan serdadu perang di medan terbuka. Terpapar panas, mengurai tumpukan sampah. Penuh peluh, basah juga kotor, dekil berbau...

Manggala Agni dari Sulawesi Menuju Bali-Tanggerang, Merah Putih tetap Berkibar
Bacakan Artikel
Ishak Andi Kunna

Birokrat dan praktisi lapangan di bawah kementerian kehutanan, menjabat sebagai Kepala Manggala Agni Daops Sulawesi I

Di masa tiga bulan El Nino ini, unsur api terus menegaskan kuasanya yang nakal. Kayu menjadi korban kenakalan api. Kayu dari pohon, pohon dari hutan. Hutan adalah rumah, taman bermain para avatar. Api membakar rumah para avatar. Avatar bertindak.

Avatar itu bernama Manggala Agni. Sejak lahir dibekali teknik mengendalikan api agar tidak liar dan brutal. Manggala Agni  terlatih menangani kebakaran bawah tanah, permukaan tanah dan kebakaran di tajuk pohon.

Tahapan pengendalian kebakaran di awali dari proses pencegahan. Fase pencegahan melibatkan manusia sebagai pemicu kebakaran. Tanpa manusia, potensi terjadinya kebakaran hanya 1 persen oleh faktor alam. Sehingga, campur tangan manusia di angka 99 persen menempatkan manusia sebagai yang paling bertanggung jawab jika hutan rusak dan bumi menjadi tidak layak huni. Barangkali, bisa dikatakan begitu.

Di ruang ini, Manggala Agni hadir sebagai jenis manusia yang berbeda. Manusia yang menyiapkan waktu luang untuk berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan. Dan jika tetap terjadi kebakaran, maka waktu, pikiran, tenaga, semangat dan keberaniannya melebihi sebagian orang dalam melakukan penanganan atau pemadaman. Masih kurang banyak yang tahu tentang wujud dan rupa Manggala Agni. Bekerja dalam senyap, meski letih merintih dan tertatih-tatih.

Sepekan lewat 1 hari di TPA Suwung Denpasar. TPA Rawa Kucing Tanggerang terbakar. Hanya berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Bandara Internasioal Soekarno Hatta. Kepulan asap menuju bandara. Asap pekat berdebu memenuhi ruas jalan. Situasi memanas, suara teriak menyatu bersama asap. Suara sirene pemadam bergema di setiap sudut jalan. Malam yang takdirnya gelap menjadi terang mencekam.

Sekali lagi, sekumpulan avatar Manggala Agni bergerak dari Suwung ke Rawa Kucing. Dari Sulawesi menuju Bali-Tanggerang membawa pesan bahwa Merah Putih tetap berkibar dan semua akan baik-baik saja.

“Luana, bukankah api lebih dulu tercipta dari manusia. Ingatkah kau tentang awal mula penciptaan alam semesta dalam dentuman besar, Big Bang.”

Gowa, 3 November 2023

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2