Malapetaka di Balik Pengolahan Sampah Popok Bayi yang Terabaikan

Klikhijau.com โ€“ Pernahkah Anda menghitung berapa banyak sampah popok bayi sekali pakai (Pospak) yang berkelindan liar di sekitar kita? Yah, sampah Pospak bila terdiam di ruang terbuka akan membengkak...

Malapetaka di Balik Pengolahan Sampah Popok Bayi yang Terabaikan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Pernahkah Anda menghitung berapa banyak sampah popok bayi sekali pakai (Pospak) yang berkelindan liar di sekitar kita? Yah, sampah Pospak bila terdiam di ruang terbuka akan membengkak dan membusuk. Merusak pemandangan dan mencemari lingkungan. Lalu, apakah pengolahan sampah popok bayi di Indonesia sudah dilakukan?

Faktanya, pemakaian Pospak sudah jadi kebutuhan dasar yang sulit dihindarkan. Pospak sudah telanjur jadi benda penolong yang membuat kita tidak susah paya mencuci celana bayi. Berapa banyak limbah popok yang dihasilkan setiap harinya, tentu linear dengan seberapa banyak penggunanya. Potensi bencana dan malapetaka di balik Pospak pun menghantui kita.

Pencemaran akibat Sampah popok bayi

Menurut riset Bank Dunia tahun 2017, popok sekali pakai menjadi penyumbang sampah terbanyak kedua di laut yakni sebesar 21 persen. Data ini terkonfirmasi pula oleh temuan sebuah lembaga nirlaba bernama Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Ecoton menemukan, pada Juli 2019 lalu, terdapat 60 persen sampah yang tertahan di kali Surabaya adalah sampah popok. Ecoton mengangkut sekitar 380 lembar Pospak berbagai merek hasil buangan warga yang meringset ke kali Surabaya.

[irp]

Pada tahun 2018, data survey di Jawa Timur pada empat kota (Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto) menunjukkan pemakaian Pospak melambung tinggi. Pada 700 ibu-ibu yang disurvey di empat kota itu, ditemukan adanya pemakaian Pospak sekitar 3-4 buah perharinya (49 persen). Lainnya menghabiskan 1-2 Pospak per harinya (46 persen). Bahkan 5 persen diantaranya menghabiskan 5-6 pospak setiap harinya. Dari jumlah ini, sebagian besar sampah Pospak yakni 62,5 persen dibuang ke sungai dan laut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: