Malapetaka di Balik Pengolahan Sampah Popok Bayi yang Terabaikan

Klikhijau.com โ€“ Pernahkah Anda menghitung berapa banyak sampah popok bayi sekali pakai (Pospak) yang berkelindan liar di sekitar kita? Yah, sampah Pospak bila terdiam di ruang terbuka akan membengkak...

Malapetaka di Balik Pengolahan Sampah Popok Bayi yang Terabaikan
Bacakan Artikel

Padahal limbah Pospak tergolong spesifik karena jenis ini tidak termasuk dalam kategori sampah organik atau anorganik. Karenanya, pengolahan sampah popok bayi juga semestinya spesifik. Apalagi, sampah Pospak terbuat dari bahan plastik dan mengandung kotoran manusia yang membawa racun pencemar rantai makanan.

Setiap buangan popok sekali pakai tanpa dibersihkan terlebih dahulu sehingga dampaknya langsung mencemari lingkungan, hewan dan manusia. Pada tahun 2013, Ecoton bahkan menyebut adanya ikan-ikan berkelamin ganda di sugai Brantas akibat tercemari sampah popok sekali pakai. Belum lagi, kemungkinan mikro-plastik yang akan mengisi tubuh ikan yang selanjutnya dikonsumsi manusia.

Faktanya desain produk popok di Indonesia sangat tidak ramah lingkungan. Dari komposisinya bisa dilihat, 55 persen bahan popok adalah plastik, sisanya adalah senyawa kimia pengganggu hormon dan pulp paper. Produksi popok di Indonesia disinyalir sudah ketiggalan zaman. Tidak ramah lingkungan sehingga akan semakin sulit untuk didaur ulang.

[irp]

Pengolahan sampah popok bayi

Ecoton pernah menawarkan agar Pemerintah menerapkan prinsip Estended Producer Responsibility (EPR) yakni mengintegrasikan biaya penanganan sampah dalam biaya produksi.

Salah satu implementasi dari skema ini adalah pembuatan Droppo atau dropping point popok, semacam tempat pembuangan sementara sampah Pospak yang terintegrasi dengan bank sampah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: