Makin Serius! KKMD Sulsel Gelar Lokakarya Integrasi Tata Guna Lahan Pesisir Menggunakan Pendekatan ROAM

Klikhijau.com - Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama dengan Yayasan Hutan Biru (YHB) menyelenggarakan lokakarya bertajuk "Sinkronisasi dan Harmonisasi Perencana...

Makin Serius! KKMD Sulsel Gelar Lokakarya Integrasi Tata Guna Lahan Pesisir Menggunakan Pendekatan ROAM
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama dengan Yayasan Hutan Biru (YHB) menyelenggarakan lokakarya bertajuk "Sinkronisasi dan Harmonisasi Perencanaan Rehabilitasi Mangrove Provinsi Sulawesi Selatan". Kamis, 18 Desember 2025, di Ruang Rapat Bosowasipilu, Kantor Bapelitbangda (Kantor Gubernur Sulsel), Kota Makassar

Kegiatan ini difokuskan pada penerapan metode Restoration Opportunity Assessment Method (ROAM) dalam perencanaan rehabilitasi hutan mangrove di wilayah Sulsel.

Kegiatan yang dibuka oleh Andi Nazaruddin, Kepala Bidang DAS dan Konservasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, mewakili Kepala Dinas LHK Sulsel, menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kami (di DLHK Provinsi) benar-benar mendukung penguatan dan pengembangan perlaksanaan reaktifitas Mangrove di Sulsel, karena terkait dengan pelaksanaan rehabilitasi  Mangrove saat ini sedang gencar kita laksanakan sebagai bagian dari program strategi nasional,” ujar Nazaruddin menyammpaikan pesan Kadis LHK Sulsel.

[irp]

Ia menegaskan peran strategis Mangrove yang  memiliki fungsi ekologis dan mencegah abrasi ilustrasi air laut, maupun ekonomi sebagai tempat wisata.

“Mangrove menjadi tempat berbagai biota laut wilayah bersisir, serta penyimpanan karbon. Untuk itu ekosistem kawasan Mangrove perlu dipertahankan melalui pengelolaan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Nazaruddin tak menampik fakta bahwa saat ini sebagian besar kawasan Mangrove di Sulsel memerlukan rehabilitasi

“Kami berharap agar perencanaan hingga rehabilitasi kami berharap perlaksanaan dapat melibatkan seluruh pihak terkait dengan tujuan agar seluruh sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan optimal,” tambahnya.

Berdasarkan data DLHK Sulsel yang disampaikan masih terdapat potensi mangrove yang tersebar di 18 kabupaten seluas 123.594,7 hektare dengan ruasan eksisten seluas 12.278 hektare lebih. Jadi potensi untuk dilakukan pengembangan pengelolaan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2