Limbah Kaktus Pir Berduri Berpotensi Menjadi Bahan Bangunan Ekonomis dan Eco Friendly

Klikhijau.com โ€“ Limbah kaktus pir berduri biasanya terbuang begitu saja. Tak ada yang meliriknya. Namun, pandangan pada limbah tanaman bernama ilmiah Opuntia ficus-indica itu bisa saja berubah. Saa...

Limbah Kaktus Pir Berduri Berpotensi Menjadi Bahan Bangunan Ekonomis dan Eco Friendly
Bacakan Artikel

Sementara kaktus pir berduri dapat tumbuh cepat dan berkembang di tempat-tempat panas dan kering di mana banyak tanaman lain kesulitan tumbuh.

[irp]

Hanya terbuang sia-sia

Selama ini, petani sering memangkas atau membuang sejumlah besar bagian kaktus selama produksi pangan atau untuk menghentikan penyebaran tanaman yang terlalu agresif. Limbah tersebut biasanya tidak memiliki nilai.

Dr. Fulvio Pinto, yang memimpin kolaborasi internasional di balik proyek ini mengatakan, meskipun manfaat material berkelanjutan berbasis bio sudah dikenal luas, penggunaannya dalam konstruksi masih terbatas.

โ€œKami berharap bahwa dengan menggabungkan tanaman yang berasal dari daerah setempat atau memiliki nilai budaya yang penting, kami tidak hanya dapat mengurangi jejak karbon dalam bahan bangunan tetapi juga meningkatkan penggunaan bahan alami dalam aplikasi sipil,โ€ urainya.

Untuk menjadikan limbah kaktus sebagai bahan konstruksi bukanlah perkara muda, sebabย  para peneliti pertama-tama harus mencari cara untuk menghilangkan serat-serat tersebut tanpa merusak struktur sarang lebah alami yang memberikan kekuatan pada serat-serat itu.

[irp]

Untuk mendapat hasil yang maksimal, tim peneliti menguji dua metode ekstraksi. Salah satunya adalah perendaman air, sebuah proses yang telah digunakan manusia selama berabad-abad dengan rami.

Bahan tanaman direndam dalam air selama beberapa minggu sementara jaringan yang lebih lunak perlahan-lahan terurai, meninggalkan serat-seratnya.

Metode kedua menggunakan perubahan tekanan air untuk membersihkan material lunak dengan jauh lebih cepat. Hal itu memangkas waktu pemrosesan hingga sekitar 90 persen. Namun, kecepatan bukanlah segalanya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: