Kita yang Terbiasa Menelantarkan Sampah Koran Bekas

Klikhijau.com - Ini fenomena tahunan yang terus menggelitik hati. Yah, kita yang seolah tak berdaya menyaksikan sampah koran bekas berserakan usai salat idul fitri. Entah mengapa dengan tanpa meras...

Kita yang Terbiasa Menelantarkan Sampah Koran Bekas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Ini fenomena tahunan yang terus menggelitik hati. Yah, kita yang seolah tak berdaya menyaksikan sampah koran bekas berserakan usai salat idul fitri.

Entah mengapa dengan tanpa merasa berdosa, kita telah merawat budaya bebal ini hingga mendarah daging. Sesuatu yang amatlah paradoks, sebab kita baru saja merayakan idul fitri yang bermakna kembalinya diri menjadi suci dan bersih.

Pendeknya, menjadi manusia dengan kualitas kemanusiaan dan keberimanan yang lebih baik dari sebelumnya.

[irp posts="3958" name="Akuilah Tempat Sampah Memang Menjijikkan, Tapi Sangat Dibutuhkan, Kenapa?"]

Memang, beberapa saat usai salat di sebuah lapangan, jalan raya atau halaman kantorโ€”sampah koran bekas itu akan dibersihkan oleh pihak tertentu. Walau di beberapa tempat dibiarkan serampangan hingga waktu yang lamaโ€”tetapi, masalahnya bukan hanya di situ? Ini soal perilaku dan mentalitas kita yang belum move on, primirif dan menjemukan.

Pertama, kita yang selalu menganggap bahwa ada pihak tertentu yang bertanggungjawab di balik masalah kebersihan di ruang publik. Persepsi ini termaktub secara massif dalam benak masyarakat, sehingga begitu melihat ada peluang membuang atau meninggalkan sampah, secara kolektif akan dilakukan dan dibiarkan.

Kedua, kita yang tak menganggap bahwa koran bekas, plastik dan semacamnya bukanlah sesuatu yang kotor dan mengganggu sehingga bisa ditelantarkan di mana saja.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: