Kisah Bestie, dari Perangkap Kandang Jebak Menuju Zona Inti TN Gunung Leuser

Klikhijau.com โ€“ Setelah disurvei, ternyata zona inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dihuni beragam satwa, di antaranya kijang dan kambing hutan. Keberadaan satwa-satwa tersebut jadi makanan em...

Kisah Bestie, dari Perangkap Kandang Jebak Menuju Zona Inti TN Gunung Leuser
Bacakan Artikel

Hasil pengecekan kesehatan Bestie adalah berat badannya seberat 65 Kg. Sementara suhu tubuhnya normal, sudah tidak ditemukan caplak, luka pada ekor dalam proses penyembuhan, detak jantung dan pernapasan normal.

Setelah pengecekan kesehatan di Lembaga Konservasi Medan Zoo kemudian dilakukan proses persiapan pelepasliaran dari Sanctuary Harimau Sumatera di Barumun, Kabupaten Padang Lawas Utara hari Kamis, tanggal 15 September 2022.

Setelah 3 bulan dirawat di Sanctuary Harimau Sumatera Barumun, Bestie siap dilepasliarkan. Hasil pemeriksaan terakhir berat badannya 80 Kg. Luka ekor sudah sembuh dan secara keseluruhan kondisi dalam keadaan sehat dan layak/siap untuk dilepasliarkan.

[irp]

Selanjutnya, pada hari Jumโ€™at 19 November 2022, Bestie dipindahkan dari Barumun, Sumatera Utara ke Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Selama dalam perjalanan darat โ€œBestieโ€ selalu dimonitor oleh Tim BBKSDA Sumatera Utara yang dipimpin oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza dan Tim Medis oleh drh. Anhar Lubis.

Hari Sabtu, 20 November 2022 Bestie tiba Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Kemudian ditempatkan di halaman kantor SPTN Wilayah III Blangkejeren Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Selama di lokasi Bestie diamati, dicek kesehatannya dan dirawat secara itensif.

Akhirnya, pada Jumat, 25 Novemner 2022 proses lepasliarannya dimulai. Bestie diangkut dari SPTN Wilayah III Blangkejeren Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser menuju Bandara Blangkejeren. Selanjutnya Harimau Sumatera โ€œBestieโ€ diangkut menggunakan helikopter ke lokasi lepas liar.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: