Keladi Hias dan Ibu

Keladi Hias dan Ibu   hujan memang menumbuhkan keladi hias di depan rumah. di mana ibu senang menghitung warnanya, serupa menghitung berapa tetes keringat ia habiskan membasminya keladi hi...

Keladi Hias dan Ibu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

kabut yang tiba di matamu berubah puluhan peluru, luruhkan semua inginmu

Kindang, April 2025

Mengenang Sawah


 

yang paling merindu hujan adalah sawah-sawah itu
sejak air kemasan masuk kampung. aliran air berhenti menuju sawah

sawah hanya ada saat hujan. selebihnya tanah tandus mengendus petaka

saat hujan tiba, sawah berubah gudang sampah. menampung semua serakah

orang-orang kini mengenang sawah sebagai masa muda yang tak pernah kembali

Kindang, April 2025

Harapan Ayah


 

ayah menatap pohon cengkeh di depan rumah. matanya lupa berkedip. wajahnya berubah kabut senja

kemarau berhenti datang. hujanlah bertamu tiap hari. hujan bisa menumbuhkan apa saja, kecuali buah cengkeh

harapan ayah menjenguk cucunya di kampung jauh mengering.

Kindang, 2025

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2