Kecupan di Kota Sunyi

Rindu itu Anak Kecil   rindu itu berjalan sendiri pada jalan setapak lalu tiba di pinggir sungai kecil dengan basah kuyup hujan berhenti dua puluh sembilan menit lalu sebelum rindu berj...

Kecupan di Kota Sunyi
Bacakan Artikel

Rindu itu Anak Kecil


 

rindu itu berjalan sendiri
pada jalan setapak
lalu tiba di pinggir sungai kecil
dengan basah kuyup

hujan berhenti dua puluh sembilan menit lalu sebelum rindu berjalan
rabaslah menguyupkannya lalu mencari pelukan

di pinggir sungai kecil tanpa limbah plastik itu
ada bekas kaki lain menuju rumpun bambu
rindu bergegas, gigil ejai seluruh porinya

daun-daun terseret air
reranting tertambat di bebatuan
dedaunan berkumpul
di mana kepiting sungai sembunyikan telurnya

[irp]

pohon-pohon merindang di sepanjang jalan
cericit beburung memandu langkah
di bawahnya tumbuh bunga basah
yang hilang di kemarau, memesona di musim basah

bunga basah tumbuh liar
di sepanjang jalan, di pinggir sungai kecil
di mana rindu tiba serupa anak kecil
berlari riang mengejar kupu-kupu
berharap pelukan, ikuti jejak kaki

musim basah selalu saja penuh aroma bunga
dan hijau segar memanja di mata

dan jika ingin bertemu rindu
bertemu hijau
berjumpa bunga basah
datanglah saat hujan belum di rampas kemarau

kau akan temukan dua bekas kaki di pinggir sungai kecil itu
berair jernih dari akar pohon di hutan jauh
dan sebuah pelukan merentang di tengah gigilmu sedang menanti malu-malu

kau akan tahu, rindu seperti anak kecil
berlari riang memetik bunga basah
mengejar kupu-kupu dan capung
kau akan tahu, alam siapkan segala yang dibutuhkan hidup

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: