Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok

Klikhijau.com – Ribuan wisatawan mancanegara batal menikmati keindahan Lombok. Pembatalan tersebut bukan karena kapal pesiar yang mereka tumpangi tak dapat izin dari pemerintah Lombok, Nusa Tenggara B...

Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Untuk mengatasi hal tersebut  pihak dari Pelindo Cabang Lembar telah koordinasikan persoalan ini dengan semua pihak yang terkait, terutama instansi yang bergerak di bidang pariwisata untuk mengatasi masalah sampah.

“Upaya tersebut kami lakukan supaya ada kesadaran masyarakat untuk peduli dan mau menjaga lingkungan, baik untuk diri sendiri maupun tingkatan lebih luas nantinya,” tegas Erry.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTB, Dewantoro Umbu Djoka pun mengakui jika permasalahan sampah di destinasi wisata Lombok memang perlu diatasi dengan serius.

Ia menyarankan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk segara melakukan pembenahan terhadap persoalan ini. Menurutnya, kesan dari para wisatawan selalu berdampak bagi citra NTB yang memiliki sejumlah daerah pariwisata.

“Seharusnya sebelum wisatawan datang sampah sudah tidak ada dan toilet diperbaiki,” kata Dewantoro.

Dinas Pariwisata: tidak ada pembatalan

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, Lalu M. Faozal, menerangkan bahwa seluruh kapal pesiar yang dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Lembar akan merapat sesuai jadwal pada tanggal 13 Maret 2019 mendatang.

“Tanggal 13 merapat kapalnya sesuai jadwal. Saya tidak dengar itu (perihal kapal batal berlabuh, red.). Setiap kapal yang berlabuh yang urus provinsi (Dispar NTB, red.),” ujar Faozal, Senin 11 Maret 2019 lalu melalui pesan singkat seperti yang diberitakan insidelombok.id.

Faozal juga menerangkan bahwa Dispar NTB selaku dinas yang bertanggungjawab terhadap sektor pariwisata NTB selalu melakukan aksi bersih-bersih objek pariwisata. Salah satunya adalah bersih-bersih pelabuhan setiap kali ada kapal pesiar yang akan berlabuh ke Lombok.

“Pelindo juga harus siap kerjasama. Selama ini kita kerjasama. Sekali lagi tidak ada pembatalan, ya. Semua sesuai jadwal,” ujar Faozal menegaskan.

***

Seharusnya kamu tak perlu kaget mendapati pihak terkait yang mengurusi suatu permasalahan saling membantah. Hal itu sudah lumrah di negara ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2