Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok

Klikhijau.com – Ribuan wisatawan mancanegara batal menikmati keindahan Lombok. Pembatalan tersebut bukan karena kapal pesiar yang mereka tumpangi tak dapat izin dari pemerintah Lombok, Nusa Tenggara B...

Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Ribuan wisatawan mancanegara batal menikmati keindahan Lombok. Pembatalan tersebut bukan karena kapal pesiar yang mereka tumpangi tak dapat izin dari pemerintah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tentu, kedatangan kapal pesiar yang mengangkut wisatawan ke Lombok diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat, sebab kedatangan tersebut membawa harapan dari segi ekonomi dan “penyembuhan” pariwisata Lombok pasca gempa.

Namun, dari 26 kapal pesiar yang akan berkunjung ke Lombok, tiga di antaranya dikabarkan akan memutar haluan, membatalkan kunjungannya. Tiga kapal itu akan menjauh dari Lombok.

Padahal tiga kapal pesiar tersebut akan mengangkut  masing-masing 1.500 hingga 2.000 wisatawan mancanegara dari sejumlah negara. Bayangkan betapa ramainya.

Alasan kapal tersebut batal merapat ke Lombok terkesan sepele, namun sangat miris dan menampar Lombok bahkan Indonesia. Kamu pasti penasaran dengan alasannya.

Beberapa media memberitakan alasan pembatalan tersebut karena sampah. Mengerikan, bukan.

Hal ini pun diakui General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar, Erry Ardiyanto. Ia mengatakan salah satu alasan kapal pesiar tersebut enggan melakukan penyeberangan ke Lombok lantaran adanya tumpukan sampah yang ada di lokasi wisata.

“Sudah tiga dari 26 kapal pesiar yang membatalkan. Alasan utama adalah proses pemulihan setelah gempa dan masalah sampah,” ujar Erry saat menghadiri upacara pelepasan peserta Ekspedisi Laskar Nusa 2019 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Senin, 11 Maret 2019 kemarin.

Keluhan tentang sampah di tempat wisata

Persoalan sampah di tanah air, termasuk di tempat wisata rupanya menjadi persoalan yang belum bisa diatasi. Di mana-mana sampah menjadi momok mengerikan, sayangnya masyarakat dan pemerintah belum sepenuhnya “berniat” mengatasinya.

“Sampah di tempat wisata menjadi keluhan. Tetapi, isu sampah tersebut sudah kami tanggulangi,” lanjut Erry.

Erry mengaku bahwa upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah di beberapa destinasi wisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh pihaknya. Namun harus ada dukungan penuh yang nyata dari seluruh masyarakat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2