Jumlah Hotspot Naik, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Klikhijau.com - Pantauan data Sipongi sejak bulan Juli sampai September 2019. Berdasarkan data akhir per 12 September 2019 Pukul 06.00 WIB dari satelit Terra/Aqua. Terpantau penurunan hotspot hanya te...

Jumlah Hotspot Naik, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Bacakan Artikel

Kualitas Udara (PM10(?g/mยณ)) per tanggal 11 September 2019 jam 15.00 WIB, terpantau kualitas udara di Medan, Jambi, Palembang, Pontianak, dan Banjarmasin dalam kondisi sedang. Sedangkan untuk Pekanbaru dan Palangkaraya terpantau kualitas udaranya tidak sehat.

Lalu untuk jarak pandang di Palangkaraya dan Banjarmasin. Berdasarkan data cuaca penerbangan per tanggal 12 September 2019 jam 05.00 WIB berada di bawah 1 km, yaitu masing-masing 0,9 km dan 0,1 km. Untuk jarak pandang wilayah lainya seperti Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Pontianak dan Tanjung Selor masih di atas 2 km.

Untuk mencegah semakin meluasnya karhutla, KLHK menghimbau agar semua pihak. Termasuk seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kepedulian untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

[irp posts="6930" name="Divonis Bersalah Kasus Karhutla, Siti: Justru Pak Jokowi yang Membenahi"]

Disebabkan manusia

Hal ini mengingat prediksi dari BMKG bahwa potensi terjadinya titik panas dan asap masih dapat berlangsung hingga pertengahan Oktober. Seiring dengan masih berlangsungnya periode musim kemarau di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.

KLHK mengingatkan jika karhutla terjadi 99 persen disebabkan akibat perbuatan manusia. Berdasarkan data KLHK sampai 31 Agustus 2019 menunjukkan luas areal lahan dan hutan yang terbakar seluas 328 ribu ha yang berarti masih 35 persen lebih rendah dari luas areal terbakar pada tahun 2018 yang mencapai 510 ha.

Luas areal terbakar tahun 2019 itu terbagi di lahan gambut seluas 89 ribu. Dan di lahan tanah mineral seluas 239 ribu ha. Data ini mengkonfirmasi jika perlindungan areal gambut di Indonesia lebih baik karena luas areal terbakar tidak didominasi pada areal gambut yang sulit dipadamkan melainkan di tanah-tanah mineral yang relatif lebih mudah dipadamkan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: