Jelang Pemilu 2019, Menteri LHK Perintahkan Jajarannya Jaga Stabilitas Internal

oleh -111 kali dilihat
Jelang Pemilu 2019, Menteri LHK Perintahkan Jajarannya Jaga Stabilitas Internal
Resepsi Hari Bakti Rimbawan dan Pembinaan Pegawai KLHK Tahun 2019 di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta/Foto-Humas KLHK

Jakarta, Klikhijau.com – Menteri LHK Siti Nurbaya memerintahkan kepada seluruh jajaran KLHK untuk menjaga stabilitas internal dan stabilitas pemilu.

Diingatkan Menteri Siti bahwa sebagai pegawai KLHK, agar menjalankan fungsi birokrasi yaitu, administrasi, preparasi kebijakan, artikulasi kepentingan, dan menjaga stabilitas.

Menurut Menteri Siti, paling tidak dua stabilitas yang mesti terjaga, stabilitas KLHK dan stabilitas Pemilu.

“Saya minta tolong berkaitan dengan Pemilu 2019 yang tinggal 30 hari lagi, agar menjaga stabilitas dikaitkan dengan KLHK, dan stabilitas yang kedua dalam pengertian kondusif untuk Pemilu”, kata Menteri Siti pada acara Resepsi Hari Bakti Rimbawan dan Pembinaan Pegawai KLHK Tahun 2019 di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (18 Maret 2019).

Dikatakan Menteri Siti, selama ini KLHK telah melaksanakan fungsi pemerintah dengan baik, yaitu untuk stabilitas dan keteraturan; akses kesejahteraan; membuat warga negara menjadi bernegara; dan mendorong masyarakat bisa menjadi produktif.

KLIK INI:  Instruksi Menteri LHK Dibacakan pada Upacara Hari Bhakti Rimbawan ke-36, Begini Isinya!

Fungsi pemerintah tersebut direfleksikan dalam bentuk langkah korektif yang telah dilakukan selama 4 tahun terakhir. Untuk itu, Menteri Siti meminta stabilitas dan usaha-usaha yang telah dilakukan dapat dijaga.

“Saya minta seluruh karyawan-karyawati KLHK, untuk bisa melihat dengan baik dan jernih bahwa lingkungan hidup dan kehutanan adalah satu kesatuan konsep. Saya minta stabilitas dijaga betul untuk kepentingan rakyat. Kita harus menjadi pelopor untuk menjaga stabilitas dengan sebaik-baiknya”, tegas Menteri Siti.

Pada 17 April 2019 akan berlangsung Pemilihan Umum serentak untuk pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden. Peristiwa ini merupakan peristiwa sangat penting untuk keberlangsungan pemerintahan dan bernegara Indonesia. Para rimbawan harus bisa membangun iklim kondusif pelaksanaan Pemilu.

“Dalam pemilu 2019, kita semua harus menjadi stabilisator. Jangan ada apa-apa, jangan ada skandal dan gosip”, ucap Menteri Siti.

KLIK INI:  Tanam Pohon di Bogor Jadi Awal KLHK Rehabilitasi Lahan dengan Pendekatan Tapak

Ditambahkan Sarwono Kusumaatmadja, Penasehat Senior Menteri LHK bahwa berdasarkan pengalaman dari kejadian kebakaran hutan lahan (Karhutla) tahun 1997 dibutuhkan kemitraan yang kuat antara Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penanganan Karhutla.

“Perlu sinergitas yang kompak antara lingkungan hidup dan kehutanan,” imbuh Sarwono yang menjabat Menteri Negara Lingkungan Hidup Era Kabinet Pembangunan VI tahun 1993-1998.