Intensi Seniman 'Empat Memandang Rupa' di Pentas Seni 'Swara Kebun' Al Farabi Squad

Klikhijau.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, Al Farabi Squad kembali menghadirkan Pagelaran Seni bertajuk 'Swara Kebun'. Sebuah ruang pertemuan yang jujur dan setara, di Kebun Bersama, Desa...

Intensi Seniman 'Empat Memandang Rupa' di Pentas Seni 'Swara Kebun' Al Farabi Squad
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Merayakan Pertemuan sebagai Subtema

Dengan subtema "Merayakan Pertemuan", Swara Kebun tidak sekadar mempertemukan manusia, tetapi juga memperjumpakan seni, pengetahuan, alam, serta isu-isu yang membentuk realitas zaman.

Menurut Andi Ichdar, kebun dipilih sebagai venue karena merepresentasikan nilai kehidupan yang organik dan setara. Melalui Swara Kebun, nilai inilah yang ingin dihadirkan.

"Kebun adalah ruang tumbuh. Di sana tidak ada hierarki yang kaku. Tanaman, tanah, serangga, dan manusia hidup dalam satu siklus," jelas Andi Ichdar.

Melalui pertunjukan seni lintas genre dan sesi berbagi, Swara Kebun merayakan keberagaman cara manusia menyuarakan gagasannya.

Berkala Setiap Bulan Ganjil

Swara Kebun diselenggarakan secra berkala setiap bulan ganjil. Kegiatan ini diharapkan menjadi denyut pertemuan yang akan terus berulang.

Setiap edisi Swara Kebun dirancang sebagai ruang dialog lintas disiplin, di mana pertunjukan seni lintas genre bertemu dengan sesi berbagi gagasan.

Sesi berbagi pengetahuan dan pengalaman menjadi ruang diskusi yang saling memperkaya gagasan dan praktek berkesenian. Isu-isu hangat mulai dari krisis lingkungan, identitas, budaya, hingga dinamika sosial akan mengemuka dan menemukan kesepahaman bersama.

"Ini bukan sekadar acara, tetapi proses menanam gagasan, merawat perjumpaan, dan memanen kesadaran bersama," pungkas Andi Ichdar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2