Ingin Berperan Ciptakan Bumi yang Lebih Hijau? Simak Tips Mencuci Pakaian Berikut!

Klikhijau.com - Tips Mencuci pakaian ramah lingkungan? Memang ada dan apa pentingnya? Apabila mencari cara sederhana untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan mengurangi dampak buruknya, mengubah...

Ingin Berperan Ciptakan Bumi yang Lebih Hijau? Simak Tips Mencuci Pakaian Berikut!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tips Mencuci pakaian ramah lingkungan? Memang ada dan apa pentingnya?

Apabila mencari cara sederhana untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan mengurangi dampak buruknya, mengubah kebiasaan dalam mencuci pakaian salah satunya.

Mengapa? Karena menggunakan deterjen atau pewangi selama proses mencuci bisa menimbulkan polusi dan menghasilkan zat kimia yang berdampak buruk bagi bumi.

Pemutih misalnya, berkontribusi terhadap klorin di saluran air kita. Banyak bahan kimia di deterjen yang hanya memperburuk masalah lingkungan. Selain penggunaan deterjen, energi yang dibutuhkan untuk mencuci pakaian juga cukup besar.

Dilansir Republika.co.id dari Popular Science, ada lima tips mencuci untuk menjaga pakaian tetap segar namun tetap ramah lingkungan.

Gunakan air dingin

Menggunakan air panas untuk mencuci pakaian memang efektif membunuh bakteri dan kuman. Akan tetapi, air panas juga bisa memudarkan warna pakaian sehingga dapat menimbulkan masalah lingkungan.

Mencuci pakaian dengan air panas juga memakan energi yang sangat besar, yaitu mencapai 90 persen. Karenanya, jika mencuci dengan air dingin bisa lebih menghemat energi.

Gunakan deterjen yang dapat terurai secara hayati

Kebanyakan deterjen modern menggunakan surfaktan non-ionik dan anionik. Ini membuatnya lebih mudah untuk menghubungkan berbagai kombinasi gas, cairan, dan padatan satu sama lain.

Jika ada kotoran pada pakaian, ujung hidrofilik dari senyawa surfaktan akan menempel pada molekul air sementara ujung hidrofobik mengambil kotoran.

Masalahnya adalah surfaktan beracun bagi satwa liar dan bertahan lebih lama daripada kandungan deterjen yang dapat terurai secara hayati.

Adapun deterjen yang dapat terurai secara hayati, biasanya menggunakan pembersih seperti sodium lauryl sulfate yang terurai dalam waktu sekitar empat hari dan biasanya diperoleh dari tanaman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2