Belum-Temenggor, Rumah Berbagai Macam Flora dan Fauna Langka

Klikhijau.com - Jika membaca artikel tentang "5 Destinasi Eksotik yang Dekat dengan Alam, dari Ikan Raksasa hingga Hutan Tertua di Dunia", Anda akan menemukan nama Belum-Temenggor. Belum-Temenggor...

Belum-Temenggor, Rumah Berbagai Macam Flora dan Fauna Langka
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Jika membaca artikel tentang "5 Destinasi Eksotik yang Dekat dengan Alam, dari Ikan Raksasa hingga Hutan Tertua di Dunia", Anda akan menemukan nama Belum-Temenggor.

Belum-Temenggor merupakan hamparan hutan yang eksotik dan terbesar di Semenanjung Malaysia. Terletak di negara bagian Malaysia, Perak (Hulu Perak) dan menyeberang ke Thailand Selatan.

Belum-Temenggor diyakini telah ada sejak lebih dari 130 juta tahun. Ini menjadikannya sebagai salah satu hutan hujan tertua di dunia, lebih tua dari Amazon dan Kongo. Luasnya hampir empat kali dari luas Singapura.

Memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, hutan ini merupakan rumah bagi sebagian besar spesies hewan dan tumbuhan. Banyak dari spesies ini tidak dapat ditemukan di tempat lain di Bumi.

Terdapat berbagai macam flora dan fauna, termasuk 14 mamalia yang paling terancam punah. Di sana hidup harimau Melayu, badak Sumatera, gajah Asia, owa bertangan putih, sunbear dan tapir Malaysia.

Hewan lainnya adalah seladang, babi hutan, banyak spesies rusa, ular piton, kobra dan berbagai spesies reptil kecil serta serangga yang tak terhitung jumlahnya hidup bebas di hutan.

Diantara hamparan hijau itu terdapat danau buatan dengan luas 15.200 Hektar yang dipenuhi ratusan pulau. Danau Tasik Temenggor, adalah rumah bagi lebih dari dua puluh spesies ikan air tawar dan lima spesies kura-kura. Terdapat lebih dari tiga ratus spesies burung terbang di atas langitnya.

Ini adalah satu-satunya hutan di planet ini, di mana semua 10 spesies rangkong yang mendiami Malaysia ditemukan. Di hutan ini juga dapat ditemukan 3.000 spesies tanaman berbunga, termasuk 3 spesies Rafflesia, bunga terbesar di dunia.

Meski demikian, hanya sebagian dari wilayah Hutan Belum-Temenggor yang telah ditetapkan sebagai Taman Negara. Sementara sisanya adalah hutan produksi terbuka untuk pembangunan.

Temenggor khususnya menghadapi deforestasi yang cukup besar karena penebangan. Organisasi lingkungan seperti Malaysian Nature Society (MNS) dan World Wildlife Fund telah melobi pemerintah negara bagian dan pemerintah federal untuk menjadikan daerah itu sebagai taman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2