Ilmuan Prediksi Adanya Potensi Kemunculan Pandemi Baru Akibat Krisis Ekologi

Klikhijau.com – Kemunculan pandemi Covid-19 telah merusak konstalasi kehidupan dan menyisakan duka di bumi. Harus diakui, bahwa kemunculan virus ini adalah bagian dari kelalaian manusia yang selama in...

Ilmuan Prediksi Adanya Potensi Kemunculan Pandemi Baru Akibat Krisis Ekologi
Bacakan Artikel

Pandemi di masa datang, diperkirakan juga akan lebih sering terjadi dan menyebar lebih cepat dengan dampak ekonomi dan korban yang lebih besar jika kita tidak berhati-hati dengan pilihan-pilihan pembuatan kebijakan dan penerapannya saat ini.

Tawarkan 3 aksi mengurangi pandemi

Untuk itu, ada tiga aksi yang harus dilakukan segera untuk mengurangi dampak pandemi saat ini dan mencegah meningkatkan risiko terjadinya krisis pandemi dan wabah berikutnya. Ketiga aksi tersebut adalah:

Pertama, kita harus memastikan bahwa regulasi lingkungan dan penegakan hukum lingkungan diperkuat, bukan sebaliknya. Stimulus harus menyasar pada aktivitas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, bukan aktivitas yang merusak alam.

Mengendorkan peraturan lingkungan, guna menggenjot industri dan pertanian paska pandemi COVID-19 hanya akan meningkatkan potensi terjadinya pandemi baru. Demikian juga aksi untuk mensubsidi perjalanan udara dan industri bahan bakar fosil.

Kedua, kita harus menerapkan pendekatan “One Health” – diterjemahkan menjadi “Kesehatan yang Utama” – di semua level pengambilan keputusan dari level global ke lokal.

Caranya adalah dengan menyadari bahwa kesehatan manusia sangat terkait dengan kesehatan satwa, tumbuhan dan kesehatan lingkungan.

Kementerian Kehutanan misalnya, yang biasanya membuat kebijakan terkait dengan deforestasi yang menguntungkan sektor swasta, namun justru masyarakat yang harus menanggung risiko kesehatannya baik akibat kebakaran hutan atau pandemi saat ini.

Pendekatan “One Health” ini harus memastikan bahwa kebijakan pembangunan yang diambil, mempertimbangkan dampak dan kerugian terhadap manusia dan alam.

Ketiga, kita harus mendanai sistem kesehatan dan mendorong terwujudnya “perubahan perilaku” guna mencegah risiko pandemi. Caranya adalah dengan meningkatkan kapasitas kesehatan di lokasi-lokasi yang rawan penyakit dan melakukan kampanye perubahan perilaku di masyarakat agar lebih menjaga kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Perubahan transformatif juga harus dilakukan dengan mengambil pembelajaran terbaik dari pandemi yang terjadi saat ini. Aksi BAU atau ‘business as usual’ menurut tim ilmuwan tidak boleh lagi terjadi.

“Kita bisa membangun masa depan yang lebih baik dan keluar dari krisis dengan lebih kuat jika dan hanya jika kita membuat kebijakan dan beraksi melindungi alam – sehingga alam juga bisa membantu melindungi kita semua,” tulis mereka.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2