Idul Adha dan 5 Pembungkus Daging Kurban yang Berpihak pada Bumi

Klikhijau.com - Idul Adha selalu identik dengan daging kurban. Karena itu pula dikenal dengan nama idul kurban. Kisah perayaan Idul Adha, adalah refleksi cinta atas apa yang dilakukan oleh Nabi Ibr...

Idul Adha dan 5 Pembungkus Daging Kurban yang Berpihak pada Bumi
Bacakan Artikel

Dan momen Idul Adha bisa jadi batu loncatan untuk menerapkan hidup diet plastik dengan cara menggunakan pembungkus daging kurban yang berpihak pada bumi, alias ramah lingkungan, di antaranya:



  • Daun jati



Daun jati sejak dulu dikenal dan telah digunakan sebagai pembungkus makanan. Dengan bentuk dan ukuran daun yang cukup lebar, potensi daun jati sebagai pembungkus yang ramah lingkungan bisa jadi solusi meredam ancaman kantong plastik.

Apalagi pada momen Idul Adha ini, penggunaan daun jati bisa jadi solusi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging kurban.

Penggunaan kantong plastik saat Idul Adha memang cukup marak, dan tentu perilaku itu tidak membuat lingkungan berada pada kondisi baik-baik saja, justru akan menjadi ancaman.



  • Daun pisang



Lebaran tanpa daun pisang rasanya akan โ€œhambarโ€. Daun pisang adalah pembungkus utama makanan khas lebaran, yakni buras.

Namun, dalam hal pembagian daging kurbanโ€”agar lebih ramah lingkungan penggunaan daun pisang tidak lantas hanya sebagai pembungkus buras dan sejenisnya.

Lebih dari itu, daun yang berwarna hijau segar iniโ€”yang memiliki ukuran yang cukup besar bisa dimanfaatkan untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan kepada mereka yang berhak.

[irp]



  • Besek bambu



Liputan6 melaporkan, jika jelang Idul Adha penjualan besek bambu meningkat. Peningkatan penjualan itu adalah kabar baik, sebab umumnya besek bambu digunakan untuk menjadi wadah daging kurban.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: