Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput

Klikhijau.com - Dua bulan lalu, tepatnya 7 Februari 2021. Daeng Halim mengungkapkan suka cita atas pembangunan akses jalan menuju Topidi. Dia membagi rasa itu lewat dinding facebook-nya. Dia tak lupa...

Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput
Bacakan Artikel

- Overallย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  7,5

- Taint/faultsย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  0

Hasil akhirย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  81,75

Hasil analisis uji citarasaย  Arabika Topidi dengan mutu grade-1 dan Natural Proces dapat dijelaskan sebagai berikut:


  1. Aroma. Aroma menjadi sesuatu yang khas dari setiap kopi. Aroma dicirikan pada dua kondisi, fragrance (bau dari kopi yang kering) dan aroma (bau dari kopi saat diseduh dengan air panas). Penilaian dari aspek aroma melalui 'cupping' dengan 3 tahapan. Pertama, mencium bubuk kopi kering yang belum diseduh. Kedua, mencium aroma saat mengaduk permukaan kopi seduhan. Ketiga, mencium aroma kopi saat kopi sudah larut.

  2. Flavor. Flavor menunjukan sifat khusus pada kopi. Ia merupakan kombinasi antara aroma, acidity, dan after taste. Flavor dirasakan pada lidah sekaligus pada hidung ketika aroma uap mengalir dari mulut ke hidung. Flavor akan menentukan nilai pada kualitas dan kompleksitas.

  3. Jika kita mencicipi kopi, akan terasa keasaman yang segar, terasa menusuk, tajam, namun pas untuk dinikmati. Itulah menandakan yang kita cicipi adalah kopi Arabika. Kenikmatan rasa kopi Arabika terasa alami pada keadaan after taste. After taste adalah bertahan lamanya suatu flavor positif (rasa dan aroma) yang berasal dari langit-langit mulut bagian belakang hingga kopi ditelan. Nilai rendah after taste langsung hilang.

  4. Acidity sering digambarkan sebagai rasa asam yang enak. Masam, jika tidak enak. Acidity yang baik akan terasa manis seperti rasa buah segar yang langsung terasa saat kopi diseruput

  5. Body adalah rasa ketika kopi telah masuk ke dalam mulut. Khususnya antara lidah dan langit-langit mulut. Body yang kental, biasa diberi nilai yang tinggi. Tapi body yang ringan juga dapat memiliki rasa enak.

  6. Adanya keseragaman aroma dari setiap cangkir. Semua aspek yang terdiri dari flavor, after taste, acidity, dan body yang seimbang disebut balance.

  7. Penilaian clean up dengan memberi perhatian pada tahap awal cupping. Apabila tidak ada nilai negatif dari citarasa sampai after taste maka akan mendapatkan nilai.

  8. Sweetness. Kopi juga mengandung karbohidrat sehingga memberi rasa manis yang menyenangkan. Rasa manisnya berbeda dengan sukrosa yang ditemukan dalam minuman ringan (soft drink)

  9. Uniformity. Adanya keseragaman aroma dari setiap cangkir.

  10. Overall. Penilaian yang mencerminkan dari keseluruhan komponen di atas. Kopi yang memiliki kriteria yang diharapkan dan punya aroma khas akan diberi nilai yang tinggi.

  11. Taints/Faults. Aroma negatif atau cacat yang dapat mengurangi kualitas kopi berupa taint ( bau tercemar) dan fault (rasa yang tidak enak). Ini menjadi defect bagi kopi.


Dari hasil uji komponen citarasa kopi Arabika Topidi, karakteristik Uniformity, clean up, dan sweetness mendapatkan nilai 10. Ini menandakan aroma dan karakter rasa cukup kuat serta adanya keseragaman rasa.

Atas dasar penilaian itu, beberapa teman yang pernah ikut merasakan kopi ini, mereka menyebutnya kopi recomended'.ย  Bagi anda penikmat kopi, tak ada salahnya untuk mencoba kopi ini. Karena Single origin adalah cara yang bisa membuat kita menikmati keunikan dari masing-masing kopi.

Kopi Topidi hadir dan ikut menambah khazanah kopi nusantara. Ia menambah daftar panjang bagi penyuka kopi specialty. Tentu saja bagi penikmat kopi akan memiliki banyakย  alternatif dalam mencari kopi sesuai selera.

[irp]

Pilih Halaman: