Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput

Klikhijau.com - Dua bulan lalu, tepatnya 7 Februari 2021. Daeng Halim mengungkapkan suka cita atas pembangunan akses jalan menuju Topidi. Dia membagi rasa itu lewat dinding facebook-nya. Dia tak lupa...

Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput
Bacakan Artikel

Melalui single origin, kopi dengan daerah asal penanaman kopi dapat teridentifikasi. Melalui Single origin juga, masing-masing kopi memiliki cita rasa dan khas tersendiri.

[irp]

Fakta historis dan identitas kopi Topidi

Menurut penuturan Daeng Anggi, nama Topidi dinisbatkan atau berasal dari salah seorang warga bernama Daeng Pidi. Salah seorang tokoh dan Daeng telah lama bermukim di sini. Orang-orang yang selalu ke sini akan menemui Daeng Pidi. Setiap orang yang mendatangi Daeng Pidi, mereka menyebutnya dengan 'Topidi'.

Itulah cerita turun-menurun dan telah melewati tiga generasi. Kisah muasal nama Topidi lalu menyatu dengan tumbuhnya kopi. Kehadiran tanaman kopi ikut menyertai topidi, sehingga oleh warga dinamakan sebagai kopi topidi.

Meski beragam cerita warga, tetapi mayoritas meyakini kopi di topidi ditanam secara turun-temurun oleh warga. Daeng Halim menceritakan asal mula kopi yang ada di Topidi adalah jenis Robusta. Menurutnya, kopi jenis ini telah ada sejak zaman Belanda.

Dalam perjalanan waktu, keberadaan kopi jenis Arabika mulai tumbuh. Kopi jenis ini ditanam kisaran tahun 1985. Kini, hampir semua hamparan tanaman kopi yang ada adalah kopi jenis Arabika. Meski sebagian kecil lahan, kopi Robusta masih tetap dipelihara. Harga kopi Arabika yang tinggi menjadi alasannya.

Kopi Topidi secara historis menjadi penamaan suatu kopi dengan identitas tempatnya bertumbuh. Kopi Topidi menjadi nama yang disepakati para petani kopi di Topidi.

[irp]

Mengapa harus mencoba seruput kopi Topidi?

[caption id="attachment_19964" align="alignnone" width="720"]Kopi topidi Kopi Topidi - Foto/Didin[/caption]

Ada beberapa pertimbangan sehingga kopi topidi yang tumbuhย  di ketinggian 1250 - 1500 mdpl, harus dicoba atau diseruput?

Secara umum citarasa utama pada kopi antara lain, fragrance (bau kopi bubuk kering), aroma (bau sedap), flavor (khas bau kopi), body (kekentalan), acidity (rasa asam enak), bitterness (rasa pahit), dan sweetness (rasa manis). Indikator lain untuk menilai citarasa kopi meliputi, keseimbangan rasa, kebersihan rasa, dan keseragaman rasa.

Secara khusus, citarasa kopi ditentukan berdasarkan sejumlah karakteristik. Hasil uji citarasa (cup testing) telah dilakukan pada kopi ArabikaTopidi (periode 20/11/2020). Karakteristik dan nilai tergambar sebagai berikut :

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: