Festival Golokoe, Mengendus Jejak Allah, di Alam Ciptaan-Nya

oleh -118 kali dilihat
Festival Golokoe, Mengendus Jejak Allah, di Alam Ciptaan-Nya
Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat, Pr, menanam simbolis anakan Bambu, Selasa (9/8/2022) - Foto: Ist

Klikhijau com – Wakil Bupati Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus Ketua Umum Festival Golo Koe dr. Yulianus Weng, M.Kes mendampingi Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat menghadiri kegiatan ekologis, yang menjadi salah satu kegiatan Festival Golo Koe Labuan Bajo.

Kegiatan ekologis yang dilaksanakan peserta Festival Golo Koe berupa penanaman bambu dan bakau di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan di wilayah pantai. Selain menanam bambu dan bakau, peserta festival juga melaksanakan kegiatan bersih lingkungan.

Bantaran aliran sungai Wae Mese Nanga Nae menjadi tempat penanaman imbolis anakan bambu, sedangkan penanaman bakau bertempat di Ketentang, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Selasa (9/8/2022).

Pada saat bersamaan juga sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan peserta festival Golo Koe juga mengadakan bakti pungut sampah di Pantai Pede, Water Front Marina dan Pantai Kelumpang, Labuan Bajo.

KLIK INI:  Intip Kegiatan Pemuda Pancasila Ruteng NTT Menuju Cancar Kota Ganteng

3000 Anakan Bambu dan 500 koper Bakau

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat telah menyiapkan sebanyak 3000 anakan bambu untuk ditanam sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese Nanga Nae.

Selain itu juga disiapkan 500 koker tumbuhan bakau, yang rencananya akan ditanam di pantai Kelumpang. 500 koker tumbuhan bakau ini didatangkan dari Kevikepan Reo.

Adapun 3000 anakan bambu dan 500 koker tanaman bakau yang disiapkan, sebagai bentuk dukungan Pemda Manggarai Barat atas pelaksanaan Festival Golo Koe Tahun 2022.

“Untuk kegiatan ekologinya ada 2 (dua) jenis tanaman yang disiapkan, yakni 3000 anakan bambu dengan kosentrasi penanaman sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese,” ungkap Sebastian Wantung Kadis Lingkungan Hidup Manggarai Barat yang juga Ketua Seksi Kebersihan dan Ekologi, seperti dilansir dari Situs resmi Pemkab Manggarai Barat,Rabu (10/8/2022).

Menurutnya apabila 3000 anakan bambu ini tidak bisa ditanami oleh umat yang mengikuti Festifal Golo Koe, maka akan dilanjutkan oleh masyarakat setempat, mengingat sepanjang bantaran aliran sungai Wae Mese-Nanga Nae adalah lahan milik warga setempat.
Dijelaskannya, masyarakat setempat juga sangat antusias, karena dampak dari kegiatan ini yang akan mendapat manfaatnya kelak adalah warga sekitar.

KLIK INI:  Rakyat NTT Menang, MA Kabulkan Gugatan Warga atas Tambang Gamping

Mengendus Jejak Allah, di Alam Ciptaan-Nya

Sebelum pelaksanaan kegiatan pnanaman pohon anakan bambu dan bakau, kegiatan diawali dengan Ibadat Ekologi yang dipimpin UskupRuteng, Mgr. Siprianus Hormat.

Dalam khotbahnya Uskup Ruteng, Siprianus Hormat mengatakan bahwa dalam Festifal Golo Koe ini pihak Keuskupan dengan penuh kesadaran mengangkat tema ‘Mengendus Jejak Allah, di alam Ciptaan-Nya.

Menurutnya tema ini mau menegaskan bahwa Allah yang disembah, Allah yang diimani tidak hanya ada dalam ruang ibadat, dimana umat merayakan Ekaristi, namun Allah yang di ‘Imani’ nampak dalam alam ciptaannya.

“Keuskupan kita kali ini mengusung tema Mengendus Jejak Allah di Alam Ciptaannya, kita ingin mengajak semua orang untuk melihat dalam iman, bahwa Allah yang kita sembah tidak hanya ada di ruang-ruang tenang damai di Altar di mana kita merayakan Ekaristi. Allah yang nampak dihadapan kita adalah mata kita dalam pandangan kita melalui ciptaan- ciptaannya,” ucapnya.

Yang Mulia Mgr. Siprianus Hormat mengajak umat agar mewujudkan iman didalam jejak-jejak ciptaan Tuhan, melalui gerakan sederhana namun memiliki manfaat yang besar. Seperti merawat tanaman dipekarangan rumah, sekolah dan Kampus, memungut sampah dan menanam pohon.

KLIK INI:  Aliansi Jurnalis Online, Hijaukan Mata Air di Manggarai Timur NTT

Uskup Ruteng Mengagas Pohon Komuni

Dalam rangka upaya pelestarian lingkungan dan alam, Mgr Siprianus juga mengatakan bahwa pihak keuskupan Ruteng akan menggagas Program Pohon Sakramen untuk anak Komuni Pertama.

“Kedepan kita akan gagaskan untuk komuni pertama kita gagaskan dengan apa yang disebut dengan pohon sakramen. Karena sejak kecil anak-anak harus dididik dan disuruh untuk memelihara dan mengawal pohon itu hingga besar” jelasnya.

Selain itu pihak keuskupan juga akan menggagas tentang kolekte sampah.

Menurut Mgr. Siprianus hanya dengan gerakam seperti itu, dapat mewujud nyatakan seluruh kesadaran iman untuk mengendus ciptaan Allah. Salah satunya dengan merawat bumi melalui gerakan yang sederhana.

Turut hadir dalam Kegiatan ini, Vikjen Ruteng Rm. Alfons Segar, Pr, Vikep Labuan Bajo Rm. Rikardus Manggu, Pr, Vikep Reo Herman Ando, Pr, Rm. Beni Jaya, Pr, Rm. Chen, Pr para Romo Pastor paroki se-kevikepan Labuan Bajo

Hadir juga utusan umat paroki se-kevikepan Labuan Bajo, Camat Komodo, staf KPH Wilayah Manggarai Barat, staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Manggarai Barat, Mahasiswa KKN UNIKA St. Paulus Ruteng dan Masyarakat setempat.

KLIK INI:  Terbukti Merusak Lahan Gambut, PT PG Harus Bayar Ganti Rugi 238 Miliar