Evolusi Pesan-Pesan Lingkungan pada Film-Film Godzilla

Klikhijau.com โ€“ Sudah nonton film tentang raksasa, Godzilla: King of the Monster? Film ini pertama kali tayang di bioskop Indonesia pada 29 Mei 2019 lalu. Film Godzilla yang baru-baru ini tayang ta...

Evolusi Pesan-Pesan Lingkungan pada Film-Film Godzilla
Bacakan Artikel

Namun, para penulis Godzilla tahun 1954 tidak melakukan hal yang sama. Mereka tidak menyalahkan militer Jepang sendiri sebagai penyebab kehadiran monster tersebut, tetapi karena uji coba nuklir AS di Pasifik.

Dengan melakukan ini, Godzilla asli menghindari menyelidiki pertanyaan tentang obsesi Jepang terhadap kekuatan militer. Sebagai gantinya, memilih menyalahkan AS atas kekerasan yang dilakukan pada Perang Dunia II dan bom nuklirnya yang tidak manusiawi.

Sikap anti-Amerika warisan Godzilla tahun 1954 harus dihapus sebelum tayang di bioskop AS.

Evolusi Godzilla

Sejak film pertama tahun 1954, lebih dari tiga puluh film Godzilla telah diproduksi. Di era 60-an dan 70-an, film ini dianggap sebagai film murahan.

Publik menganggapnya sebagai film aneh yang menyajikan dua aktor yang berpakaian karet sebagai monster yang saling menyeringai dan saling memukul.

Beberapa kritikus mencemooh film versi 60-an dan 70-an ini dan tidak memiliki nilai seni serta kekanak-kanakan. Tetapi ada pula pengamat film lainnya yang telah mengakui nilai dan pesona yang ditampilkan film ini.

Film Godzilla dianggap sebagai film eksentrik yang pertempurannya dapat ditiru secara imajinatif oleh anak-anak sekolah yang penuh energi.

Walau ringan, film-film Godzilla tahun 60-an dan 70-an sering berhasil menyebarkan pesan lingkungan dengan mengangkat kembali tema anti-nuklir atau jenis polusi lainnya.

Misalnya, film Godzilla tahun 1971 yang berjudul โ€œGodzilla Vs the Smog Monsterโ€. Film ini memunculkan karakter mengerikan yang berasal dari limbah polusi laut dan asap kota.

Pesan anti-nuklir tampak muncul kembali dalam film yang dirilis tahun 2014. Adegan pembuka film ini menggambarkan pembangkit nuklir yang mengalami kebocoran seperti reaktor Fukushima di Jepang dan kota mati yang menyerupai kota hantu, Fukushima.

Namun, segera diketahui bahwa bencana tersebut disebabkan oleh mutan yang haus akan radiasi yang besar. Bukan juga karena kelalaian kerja atau kesalahan teknologi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: