Menyoal Perbedaan <em>Halal Tourism</em>, <em>Muslim Friendly Tourism</em>, dan <em>Family Friendly Tourism</em>

Klikhijau.com - Setelah perjuangan panjang selama lima tahun. Pada tahun 2019 ini destinasi wisata di Indonesia menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal (Halal Tourism) dunia versi G...

Menyoal Perbedaan <em>Halal Tourism</em>, <em>Muslim Friendly Tourism</em>, dan <em>Family Friendly Tourism</em>
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Setelah perjuangan panjang selama lima tahun. Pada tahun 2019 ini destinasi wisata di Indonesia menempati peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal (Halal Tourism) dunia versi GMTI (Global Muslim Travel Index) 2019.

Gelar itu diumumkan langsung oleh CrescentRating – Mastercard pada bulan April lalu. CEO CresentRating, institusi penilai GMTI 2019, Fazal Bahardeen menyampaikan jika tahun 2019 Indonesia menduduki peringkat pertama wisata halal dunia versi GMTI 2019, bersanding dengan Malaysia dengan skor total 78.

Setelah menduduki peringkat pertama, muncul berbagai usulan nama yang bikin puyeng kepala. Ketiga nama itu adalah Halal Tourism, Muslim Friendly Tourism, dan Family Friendly Tourism. Namun, jika ditelisik lebih dalam, tujuan ketiga nama itu merujuk pada wisata halal. Hanya perbedaan nama saja.

[irp posts="3987" name="Keren, Indonesia Terbaik di Dunia untuk Destinasi Wisata Halal"]

Namun, persoalan nama bukan persoalan remeh. Sebab hal itu melahirkan pro dan kontra. Untuk lebih jelas perbedaan ketiganya, saya akan menyertakan ulasan Heru di genpi.co, Rabu, 31 Juli 2019 lalu.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: