Erembua', Muncul Sekali Setahun dan Jadi Penanda Musim

Klikhijau.com –  Sejak dulu, Ayah dan Ibu selalu bercerita tentang ere ambua' itu. Letaknya di Dusun Tabbuakang, Desa Kahayya, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ere ambua’ itu tak jauh dari kebun kopi I...

Erembua', Muncul Sekali Setahun dan Jadi Penanda Musim
Bacakan Artikel

Awalnya saya pikir airnya kecil saja, seperti  mata air pada umumnya yang muncul di musim hujan. Namun, anggapan saya rupanya keliru. Airnya besar, mengalir deras tanpa henti, jernih, dan dingin.

Ere ambua' terdiri dari dua kata. Ere dalam bahasa Konjo artinya air, sementara ambua' bisa diartikan muncul atau naik ke permukaan. Namun, saat Ayah maupun Ibu menyebutnya, kedengarannya hanya satu kata saja, erembua’. Karenanya, saya akan dengan senang hati pada penulisan selanjutnya akan menggunakan kata erembua’.

Jadi, erembua’ adalah air muncul ke permukaan dari dalam tanah. Untuk kasus erembua’ di Desa Kahayya itu, hanya muncul sekali setahun—saat musim hujan. Itupu musim hujan di bulan Juni atau Juli.

[irp]

Nuansa mistik

Ibu tak pernah berani ke erembua' itu seorang diri. Bukan karena beliau pernah melihat atau mendengar hal-hal aneh. Bukan. Tetapi karena lokasinya yang dirimbuni pepohohan, batu besar berlumut dan kebun kopi yang tak terawat menjadikannya terasa mistik.

Apalagi aliran air itu entah datang dari mana, tiba-tiba saja muncul di celah batu dengan deras ditambah suaranya yang gemuruh seperti suara sungai.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: