Ekowisata di Era New Normal dengan Protokol Covid-19

Klikhijau.com - Era new normal atau kenormalan baru akibat dampak covid-19, mamaksa kita melakukan adaptasi agar dapat terus eksis dalam mengarungi kehidupan. Hal ini harus terlihat melalui cara be...

Ekowisata di Era New Normal dengan Protokol Covid-19
Bacakan Artikel

Ekowisata juga merupakan alat yang efektif untuk konservasi sumber daya alam, peninggalan sejarah, dan nilai pengetahuan tradisional masyarakat, serta alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pendapatan dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Peran inilah yang membedakan kegiatan ekowisata dengan kegiatan wisata alam. Pelibatan masyarakat di sekitar lokasi harus sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan, bukan sekadar sebagai pekerja di kegiatan tersebut.

Kegiatan ekowisata mempunyai lima prinsif:

(1) jumlah pengunjung terbatas atau diatur supaya sesuai dengan daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakat (vs mass tourism);

(2) pola wisata ramah lingkungan/menjaga keharmonisan alam, bersifat informatif dan partisipatif dalam menjamin  kelestarian alam dan sosial budaya masyarakat lokal (nilai konservasi, edukasi dan wisata);

(3) membantu secara langsung perekonomian masyarakat lokal (nilai ekonomi);

(4) modal awal yang diperlukan untuk infrastruktur tidak besar (nilai partisipasi masyarakat dan ekonomi);

(5) memerlukan specialist guide yang trampil, pintar dan berdedikasi untuk menterjemahkan kepada pengunjung tentang nilai ekologi dan konservasi guna perlindungan sumberdaya alam dan budaya.

Untuk menjalankan kelima prinsif pelaksanaan ekowisata, maka salah satu bagian yang pernting dalam membangun ekowisata adalah tersedianya pedoman pelaksanaan ekowisata.

Setiap kegiatan ekowisata wajib mempunyai pedoman pelaksanaan ekowisata yang konprehensif untuk menjamin terlaksananya kelima prinsif tersebut.

Pedoman pelaksanaan ekowisata adalah dokumen petunjuk kegiatan ekowisata yang sangat  penting dalam menjamin kelestarian sumberdaya alam dan sosial budaya pada wilayah dimana kegiatan ekowisata tersebut dilaksanakan.

Pada dasarnya pedoman ekowisata bervariasi sesuai dengan kepentingan. Tujuannya adalah untuk membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan dan memilih wisata yang tepat, meminimalkan dampak negatif dari kegiatan wisata, dan menjadikan wisatawan bertanggung jawab terhadap lingkungan, sosial budaya dan ekonomi.

Hampir semua pedoman ekowisata dibuat untuk wisatawan, namun  pedoman ekowisata juga dibuat untuk pengelola dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekowisata, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Ekowisata di Erah New Normal 

Protokol wisata di erah new normal adalah kebersihan, kesehatan, dan keamanan.  Ketiga prinsif ini sudah tercakup dalam prinsif menejemen ekowisata. Satu-satunya yang mungkin belum terlalu dalam penekanannya dalam kegiatan ekowisata adalah kesehatan.

Faktor kesehatan biasanya hanya ditekankan dalam penyiapan makanan dan sanitasi lingkungan, sedangkan faktor pertama dan terakhir sangat tegas diaplikasikan dalam kegiatan ekowisata.

Dari segi kebersihan, semua lokasi wisata yang berlabel ekowisata dan benar-benar menerapkan prinsif ekowisata, pasti akan memiliki lingkungan yang bersih. Di jalur ekowisata  tidak akan ditemui sampah yang berserakan dan pasti akan tersedia banyak  tempat sampah. Fasilitas sanitasi dipastikan bersih.

Keamanan pun pasti menjadi perhatian yang serius, dan akan mudah dikontrol karena kegiatan wisata dalam kelompok yang kecil. Dalam manajemen ekowisata, pendamping lapangan bukan hanya terbatas pada  interpreter dan porter, tapi tim resque juga dipersiapkan.

Pengetahuan dan kepuasan serta kebersihan dan  keselamatan menjadi titik perhatian yang diberikan kepada  penikmat ekowisata.

Untuk menjalankan pengelolaan ekowisata di era new normal, protokol covid-19 sudah harus diintegrasikan ke dalam manajemen ekowisata. Dengan demikian pengelola ekowisata harus melakukan adaptasi  manajemen, yakni:

Adaptasi Fisik

Berlakukan protokoler covid-19 baik pengelola, pengunjang dan masyarakat yang terlibat. Penggunaan masker dan cuci tangan serta menjaga jarak harus diaplikasikan di lapangan, baik kepada pengunjung maupun pengelola dan seluruh stackholder yang terlibat langsung dalam kegiatan ekowisata.

Karena ekowisata memang merupakan wisata dalam kelompok kecil, sehingga tidak sulit menerapkan protokol covid-19 pada pengunjung.

Sarana dan fasilitas untuk mendukung protokol pencegahan covid-19 harus disiapkan pada setiap sarana penunjang seperti ruang penerimaan, warung makan dan souvenir, titik-titik peristirahatan di lapangan, serta tempat-tempat pengamatan satwa dan pemandangan.

Tidak perlu mengurangi kapasitas pengunjung, karena memang sudsh dibatasi berdasarkan daya dukung fisik, ekologi dan manajemen.

Adaptasi Penuntun

Melakukan  revisi penuntun ekowisata dengan menambahakan protokoler covid-19 pada semua bagian yang berkaitan dengan pengunjung, pengelola dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekowisata.

SOP penjualan makanan dan kuliner adalah sangat penting mendapat perhatian untuk direvisi karena disini cenderung terjadi banyak interaksi.

Berdasarkan uraian di atas, nampak bahwa tidak sulit menerapkan protokol covid-19 pada kegiatan ekowisata di erah new normal karena memang merupakan wisata yang terbatas dengan jumlah pengunjung yang dibatasi berdasarkan daya dukung lingkungan fisik, ekologi dan manajemen.

Diharapkan bahwa ekowisata dapat menarik banyak pengunjung di era new normal, karena pengunjung kemungkinan akan memperhatikan protokol wisata yang terkait dengan kebersihan, nyaman dan sehat, dan itu dimiliki dan diterapkan dalam manajemen ekowisata.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2