Ekofeminisme, Tentang Relasi Gender dan Kehutanan

Judul buku: Gender dan Kehutanan Masyarakat Cetakan Pertama: Maret 2015 Tebal: 411 halaman Penerbit: deepublish Yogyakarta   Tidak banyak buku yang membahas masalah kehutanan dengan isu-is...

Ekofeminisme, Tentang Relasi Gender dan Kehutanan
Bacakan Artikel

Di satu sisi akan tampak sangat teoritik-akademis, di sisi lain akan tampak praktis-teknis. Dengan demikian, buku ini sangat cocok dipakai sebagai referensi akademik untuk kajian sosiologi kehutanan, sosiologi wanita, bahkan untuk kajian gender dan pembangunan. Tetapi, juga cocok dipakai oleh praktisi dan rimbawan.

Prof. Dr. San Afri Awang dalam kata pengantarnya juga memberi apresiasi tinggi pada buku ini. Pertama, perihal keuletan Arba’in dalam meneliti kajiannya yang katanya tidaklah mudah.

Dimulai dari sebuah proposal tebal untuk memenuhi tugas kuliah berjudul “menggagas hutan perempuan’—buku ini kemudian berkembang wacananya.

Menurut Prof San Afri, wacana gender dan kehutanan masyarakat relatif masih belum banyak. Penyebabnya, diskursus gender dan kehutanan seringkali berjalan sendiri-sendiri. Tetapi, buku ini berhasil menarik benang merah dengan mempertemukan keduanya.

Kelebihan lain dari buku ini, sebagaimana ditulis Prof San Afri adalah adanya kajian lapangan atau studi kasus yang mengangkat masalah kearifan lokal (local wisdom).

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: