Dosen FKM UMI Temukan Jika Debu Berpotensi Tularkan Kusta

Klikhijau.com – Debu yang beterbangan terbawa angin lalu terhirup ke dalam tubuh bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Sebab debu bisa saja mengandung bakteri, salaha satunya adalah bakteri Mycobact...

Dosen FKM UMI Temukan Jika Debu Berpotensi Tularkan Kusta
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Redaktur Klikhijau.com, aktif menulis buku, puisi dan menyukai kopi ditengah kesibukannya mengaktivasi taman baca masyarakat.

“Harus langsung berjemur dan mengganti baju agar bakterinya itu mati dengan cepat,” ujar Rizki.

Rizki juga menuturkan jika hal itu tergantung imunitas tubuh juga. Namun ia mengakui hal tersebut rentan terjadi pada anak-anak. Untuk kusta biasanya akan terjadi 15 tahun kemudian setelah terkontaminasi bakteri.

“Saat melakukan penelitian memang area lingkungan rumah para penderita kusta kumuh dan padat serta tidak ada sama sekali matahari di rumahnya. Ini yang menyebabkan pengembangbiakan bakteri lebih banyak. Mereka pun malas beraktivitas,” ungkapnya. 

Salah satu faktor penyebab kusta yaitu tidak ada pencahayaan di dalam rumah. Serta lingkungan rumah yang kumuh. Karenanya, Sebaiknya rumah selalu diberikan ventilasi agar pencahayaan di dalam rumah lebih baik.

Dengan adanya penemuan tersebut, kiranya kita perlu lebih waspada jika tidak ingin tertular, caranya bukan menghindari penderita kusta, tapi mengikuti saran Dr A Rizki Amelia.

[irp]

Source : fajaronline.com
Penulis : Irhyl R Makkatutu
Editor   : Irhyl R Makkatutu

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2