Daur Ulang Sampah Plastik Global Stagnan?

Klikhijau.com –  Daur ulang dianggap solusi paling jitu mengurangi sampah plastik. Jadinya, lingkungan akan lebih steril dari sampah bebal itu. Pun, produksi plastik yang baru dapat dikurangi. Seru...

Daur Ulang Sampah Plastik Global Stagnan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Daur ulang dianggap solusi paling jitu mengurangi sampah plastik. Jadinya, lingkungan akan lebih steril dari sampah bebal itu. Pun, produksi plastik yang baru dapat dikurangi.

Seruan daur ulang plastik pun bergaung di mana-mana. Meski begitu, rasanya seperti sia-sia saja. Itu jika merujuk pada penelitian terbaru  yang menemukan bahwa jumlah sampah plastik yang didaur ulang secara global berjalan di tempat alias stagnan di angka 9%.

Akibatnya, plastik baru tetap diproduksi, yang kita semua tahu sebagian besar terbuat dari  bahan bakar fosil.

Penyebab daur ulang plastik stagnan adalah kontaminasi makanan dan label pada plastik membuat beberapa plastik lebih sulit didaur ulang, sementara kompleksitas dan keragaman bahan tambahan dalam bahan plastik menjadi kendala lainnya.

[irp]

Namun, hambatan  terbesar untuk daur ulang plastik adalah bahwa membuat plastik baru seringkali lebih murah daripada mendaur ulangnya.

Dilansir dari Ecowatch, peneliti dari Universitas Tsinghua, Tiongkok, mengatakan tingkat daur ulang hampir tidak berubah, sementara produksi plastik meningkat, sehingga mengakibatkan tantangan lingkungan global yang mendesak

“Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum di planet kita, karena sifatnya yang serbaguna, tahan lama, dan harganya yang relatif murah. Permintaan plastik global telah meningkat empat kali lipat selama beberapa dekade terakhir dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050, yang mengakibatkan dampak yang parah terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tulis para penulis penelitian tersebut.

[irp]

Produksi mengalami peningkatan

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Communications Earth & Environment itu mengungkapkan, produksi tahunan plastik di seluruh dunia telah mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 8,4 persen dari dua juta metrik ton pada tahun 1950 menjadi 400 juta pada tahun 2022.

“Plastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Menangani masalah lingkungan global terkait plastik memerlukan analisis menyeluruh di sepanjang rantai pasokan,” tulis para penulis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2