Terkait Polusi Daur Ulang Kertas dan Plastik Impor di Jatim, River Warrior Surati Presiden Prabowo

Klikhijau.com -  Komunitas  River Warrior aktif memantau dan mengadvokasi perdagangan sampah plastik dan kertas impor di Jawa Timur (Jatim). Jatim saat ini masih menjadi salah satu tempat buangan s...

Terkait  Polusi Daur Ulang Kertas dan Plastik Impor di Jatim, River Warrior Surati Presiden Prabowo
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Komunitas  River Warrior aktif memantau dan mengadvokasi perdagangan sampah plastik dan kertas impor di Jawa Timur (Jatim).

Jatim saat ini masih menjadi salah satu tempat buangan sampah negara-negara maju. Kedatangan sampah impor tersebut, khususnya  sampah plastik dan kertas impor menambah masalah polusi plastik di Indonesia.

Saat ini indonesia membutuhkan lebih 3 juta ton sampah kertas dari Eropa atau negara maju. Sampah kertas yang dikirim ke pabrik kertas masih mengandung kontaminasi plastik yang tinggi, sehingga pabrik kertas menghasilkan tumpukan sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik.

Dampak daur ulang di Jatim telah menimbulkan pencemaran air sungai Brantas dengan jutaan partikel mikroplastik dari pabrik daur ulang kertas dan plastik impor. Pencemaran udara juga terjadi di Sumberejo Pagak, Malang. Di mana banyak anak bermain di sekitarnya, serta di sentra produksi tahu berbahan bakar scrap plastik di Tropodo, Sidoarjo.

[irp]

Karena itu, River Warrior sangat mendukung rencana pemerintah menghentikan impor sampah plastik Januari 2025 dan memperketat pengawasan pabrik kertas.

Tekad Nina

Aeshnina Azzahra Aqilani, pelajar SMA dari Gresik dan salas satu anggota River Warrior mengatakan bahwa ia  telah menghadiri Intergovernmental Negotiating Committee yang ke-5 (INC-5), di Busan, Korea Selatan pada November 2024.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: