DAS, Bagian Vital Negara yang Memberi Banyak Manfaat bagi Masyarakat

Klikhijau.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya untuk menjaga kelestarian sungai yang mengalir di seluruh pelosok negeri. Keberadaan sungai yang terjaga bersama hutan...

DAS,  Bagian Vital Negara yang Memberi Banyak Manfaat bagi Masyarakat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya untuk menjaga kelestarian sungai yang mengalir di seluruh pelosok negeri. Keberadaan sungai yang terjaga bersama hutan dan lingkungan sekitarnya akan menghidupi dan mensejahterakan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menugaskan Ditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) untuk memulihkan lingkungan daerah aliran sungai di Indonesia.

"DAS sebagai konsep besar tata ruang, di dalamnya terdapat berbagai atribut yang memiliki kaitan satu sama lain dalam hubungan kausalitas," ujar Direktur Jenderal PDASRH, Dyah Murtiningsih dalam video 10 Tahun untuk Sustainabilitas Ditjen PDASRH, yang disiarkan di YouTube Kementerian LHK mulai hari Rabu 9 Oktober 2024.

Oleh karenanya, identifikasi karakteristik DAS, penyusunan rencana pengelolaan DAS, serta pemantauan dan evaluasi kinerja DAS dilaksanakan untuk menentukan dan menilai praktik-praktik penggunaan dan manajemen lahan terbaik di dalam DAS, pada konteks pengelolaan DAS dan wilayah pesisir secara terpadu atau (integrated watershed and coastal zone management).

[irp]

"Menerjemahkan pengelolaan DAS tersebut, Ditjen PDASRH telah melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seperti reboisasi, penghijauan, bangunan konservasi tanah dan air (KTA), pengembangan perbenihan tanaman hutan, rehabilitasi perairan darat, dan rehabilitasi mangrove yang secara terus menerus telah kami lakukan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini," tutur Dyah.

Tujuannya semua itu adalah untuk memulihkan lahan terdegradasi baik di wilayah terestrial maupun pesisir, yang secara subsekuen akan meningkatkan ketahanan ekonomi, meningkatkan ketahanan air-pangan-energi, keanekaragaman hayati, memperkecil emisi karbon organik tanah, serta meningkatkan sekuestrasi karbon atmosfer sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan mencegah bencana hidrometeorologis.

"Dalam 10 tahun ini, kami secara bertahap memperbaiki 108 DAS prioritas, 15 danau prioritas, dan secara bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat telah melakukan rehabilitasi hutan dan lahan kurang lebih 1,9 juta hektar. Ini adalah wujud komitmen kita semua untuk menjaga dan meningkatkan daya dukung DAS," jelas Dyah.

Sebagai dasar perencanaan teknis, KLHK memiliki peta arahan indikatif berupa rencana umum rehabilitasi hutan dan lahan yang telah mempertimbangkan lahan kritis, daerah resapan air dan kerawanan bencana, untuk semua tipe ekosistem baik di terestrial, gambut, maupun mangrove.

[irp]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2