Dari Pohon Enau Itu

oleh -274 kali dilihat
Lukisan pohon enau-foto/senoajisketsa
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Jarolli’

 

ri pangkana, senja hanya diriuhkan suara domino
riuh jarolli’ telah lama punah
ketika saku mulai banyak menuntut
pikiran jadi buntu dan buntut

sebelum rakus jadi ajang taruh
senja adalah perjalanan jarolli’ menuju lompobattang
mereka bernyanyi sepanjang jalan

ketika rakus dan saku bersekutu
jarolli’ tak lagi pulang pergi ke lompobattang
mereka menetap di sangkar
dalam saku yang buatnya jadi kaku

2023

Cat: ri pangkana– jalan bercabang
Jarolli’ – burung nuri

KLIK INI:  Meresapi Puisi-Puisi Goenawan Mohamad dengan Metafora Alam yang Memikat

Pesta Raya Ulat

 

subuh tiba dengan gigil yang menggigit. jalan-jalan sepi ditanak kantuk.

apung merayakan basahnya di dedaunan. kokok jagang romang mengiang dari jauh. suara beburung tiba satu-satu di perkampungan

sejak senapan angin masuk kampung
beburung takut berkicau nyaring
sebab peluru akan menggeledah dadanya

ketika beburung hilang satu-satu
ulat-ulat mulai merimbun di pohon cengkeh
tumbuhkan resah di mata petani
merek pestisida semakin beragam

beburung takut memakan ulat
peluru siap membacai kepalanya yang kecil

gigil subuh tak pergi-pergi
bersetia gigiti tubuh

jalan sepi
suara beburung sunyi
ulat berpesta raya

2023

KLIK INI:  Kecupan Kemarau

Dari Pohon Enau Itu

 

dikenakannya sepatu bot warna hijau tua itu
lalu menyampirkan boda’ pada bahunya
parang lebar di pinggangnya

masih pagi belia

lelaki itu menyeret kantuknya ke kebun
air enau siap panen
tungku telah nyala
lombai matahari

lelaki itu berjalan turuni jalan kecil itu
semalam dilicinkan apung

“hidup tak semanis gula merah,” katanya

ia terus berjalan menuruni jalan kecil itu
boda’ di bahunya bergoyang manja
memukul-mukulkan dirinya di tulang belakang

di bawah pohon enau itu
ia tengadah
air meluap dari boda’ yang di pasangnya kemarin
saat senja hampir pamit

ia menaiki tangga bambu
yang dilicinkan apung semalam

boda diturunkan perlahan
diirisnya tipis-tipis bilasang pohon enau itu

di rumah tungku menyala terang
aroma gula merah berhamburan ke hidung

tetapi, lelaki itu tak pernah pulang
tanah menadahnya dari pohon enau

di mana napasnya ia titipkan

2023

KLIK INI:  Yang Tak Pernah Khianat

Kepada Para Pemetik Cengkeh

 

tanreng berdiri menopang langit
tiga puluh tiga tada
seperti bilangan tasbih

di coppo’ pohon cengkeh
buah memerah, redam cemas
dipetiknya satu-satu
meloloskannya ke sembangang

bayangan jalangkote tunai di pelupuk

di tatapnya tanah, jahung
lutut menari-nari sendiri

tanreng ikut menari
tali pengikat ikut bergoyang
napas menyahut-nyahut waspada

bayangan jalangkote mengabur
terkubur pada lutut yang menari-nari cemas
tanreng yang bergoyang disko

2023

KLIK INI:  Segelas Kopi Pertemuan