Covid-19, 'Illegal Logging' Meningkat, Industri Kayu Anjlok

Klikhijau.com - Kita mungkin berpikir, pembatasan aktivitas di masa Pandemi Covid-19 mengurangi kegiatan di hutan. Ternyata tidak. Di Sulawesi Selatan, pembalakan liar (illegal logging) justru meningk...

Covid-19, 'Illegal Logging' Meningkat, Industri Kayu Anjlok
Bacakan Artikel
Mustam Arif

Artikel terbaru dari Mustam Arif (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Klikhijau.com - Kita mungkin berpikir, pembatasan aktivitas di masa Pandemi Covid-19 mengurangi kegiatan di hutan. Ternyata tidak. Di Sulawesi Selatan, pembalakan liar (illegal logging) justru meningkat.

Sementara industri kayu di daerah ini malah anjlok. Salah satu sebab, kekurangan bahan baku. Situasi kontradiktif yang bisa membawa dampak ganda. Bertambahnya deforestasi dan runtuhnya industri bidang kehutanan.

Situasi seperti ini bisa jadi bukan hanya di Sulawesi Selatan sebagai dampak pandemi. Hal yang sama pun ada di daerah lain. Karena itu, kita perlukan langkah strategis pemerintah dan parapihak (multi-stakeholder), tidak sekadar antisipatif pengawasan dan insentif jangka pendek (situasional). Perlu strategi yang juga bisa menjamin hutan dan bisnis kayu berkelanjutan.

Kondisi ini merupakan bagian dari temuan kegiatan-kegiatan sebuah program pemantauan tata kelola kehutanan di Sulawesi Selatan. Program yang dilaksanakan Perkumpulan JURnaL Celebes. Lembaga atau organisasi masyarakat sipil yang konsentrasi untuk pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam. Lembaga yang beranggotakan para jurnalis dan aktivis masyarakat sipil ini melakukan pemantauan dan peningkatan kapasitas selama masa pandemi di Sulawesi Selatan, 2020-2021.

Kegiatan selama satu tahun didukung Badan Dunia Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Uni Eropa melalui program penegakan hukum, tata kelola dan perdagangan di bidang kehutanan (Forest Low Enforcement Governance and Trade/FLEGT). Inisiatif yang mendukung legalitas kayu dengan tujuan jangka panjang mengurangi deforestasi dan degradasi hutan.

[irp]

JURnaL Celebes melalui program ini membangun kolaborasi pemerintah daerah, pelaku industri bidang kehutanan, masyarakat lokal/masyarakat adat dan organisasi masyarakat sipil/LSM. Pemantauan, peningkatan kapasitas dan membangun sinergi ini berproses dengan menyiasati situasi di masa pandemi.

Temuan-temuan yang dilaporkan ke pemerintah dan multi-pihak ini memberikan gambaran bahwa tata kelola bidang kehutanan masih butuh perbaikan. Di antaranya adalah masih lemahnya sinergi antar-pihak dalam pengawasan terhadap kejahatan dan penegakan hukum di bidang kehutanan.

Pembalakan Liar

Memantau hutan dan peredaran kayu di Sulawesi Selatan, JURnaL Celebes menemukan peningkatan aktivitas pembalakan liar yang cukup signifikan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: