- Perdagangan Satwa Liar Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, Tapi Juga Ancaman Keseimbangan Ekosistem - 17/04/2026
- Atasi Persoalan Sampah,BRIN Kembangkan Pilot Project PLTSa Merah Putih - 16/04/2026
- Pemerintah dan CSO Kolaborasi Susun Peta Jalan Solarisasi Masjid, Integrasikan Ekosistem Wakaf dalam Transisi Energi - 16/04/2026
Klikhijau.com – Sekolah Alam Matangin dikunjungi Christa Nooy yang merupakan aktivitas lingkungan yang berasal dari NGO Belanda. Kedatangan Christa di Bulukumba merupakan rangkaian kunjungannya dalam kegiatan bersama komunitas masyarakat terkait pengurangan sampah di Kabupaten Bulukumba melalui program green business.
“Sampah masih menjadi masalah yang sangat besar di Bulukumba, di sungai dan pantai yang indah di Bira pun tidak luput dari sampah yang berserakan,” terang Christa selama berada di Bulukumba.
Selama di Bira, Christa diajak untuk menanam tanaman Dara dara di Sekolah Alam Matangin Bira yang di kelola oleh Arzak Rizal (53) atau biasa di panggil Pak Ical seorang Guru yang mengajar di SMPN Satap 13 Kahayya, Bulukumba.
Tujuan melakukan penanaman tanaman dara dara karena tanaman ini memiliki khasiat yang biasa di manfaatkan masyarakat Bira sebagai obat-obatan.
“Sekarang ini tanaman ini banyak di tebangi dan di lupakan oleh masyarakat. Sayang sekali kalau sampai anak anak kita juga tidak mengetahui jenis tanaman Dara dara ini, padahal manfaatnya sangat besar,” tutur Pak Ical, Minggu, 10 November 2024 lalu.
Terbuka untuk tempat belajar
Pak Ical juga menjelaskan jika dirinya membangun Sekolah Alam di kawasan kars yang berada di lahan keluarganya, merupakan bagian dari keprihatinan terhadap punahnya jenis tanaman berkhasiat obat yang berada di Bira.
” Ada sekitar 20 tanaman yang sudah kami identifikasi di Bira yang memiliki khasiat obat, dan lokasi ini semoga bisa di manfaatkan untuk melakukan konservasi tanaman berkhasiat tersebut, selain itu bisa dipakai untuk belajar bagi pelajar dan masyarakat,” tambah pak Ical.
Christa Nooy memberikan apresiasi terhadap kegiatan menanam tanaman dara dara, selain tanaman ini memiliki khasiat obat, lokasi ini juga bisa digunakan oleh sekolah untuk belajar tentang tanaman berkhasiat di Bira.
“Sekolah alam merupakan ide yang cukup lama, cuma waktu itu belum kesampaian dan belum tahu apa yang bisa di pelajari di Kawasan Matangin yang dikelola oleh keluarga besar kami. Namun setelah bertemu dengan Yayasan Ecoton saya jadi semangat untuk mengembangkan Sekolah Alam yang berbasis pada pendidikan konservasi terhadap tanaman yang memiliki khasiat,” urai Pak Ical.
Pak Ical juga sangat terbuka jika ada sekolah maupun komunitas yang ingin belajar di Sekolah Alam Matangin ini.
“Mereka bisa belajar kapan saja dan jika mau membudidayakan tanaman akan kami beri bibit juga,” tutup Pak Ical.








