Cerita dari Bekal Pemimpin 2021 dan Niatan Mengelola Keberlanjutan

Klikhijau.com - Program Bekal Pemimpin adalah wadah belajar dan sharing pengetahuan yang diadakan oleh United in Diversity (UID) dan beberapa lembaga internasional lainnya. Tujuannya adalah mencita...

Cerita dari Bekal Pemimpin 2021 dan Niatan Mengelola Keberlanjutan
Bacakan Artikel
Hardin

Artikel terbaru dari Hardin (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Saya merasa sedih karena ternyata masih banyak Pekerjaan Rumah dan tanggug jawab moral pribadi dan bersama untuk melakukan berbagai perubahan kehidupan lebih baik, tentu dengan berbagai macam tantangan dan hambatan.

Ternyata kita semua tidak bisa sendiri untuk melakukannya tetapi harus bersama dan bergotong royong untuk membuat inovasi system yang tepat sebagai solusi permasalahan kehidupan.

Selain perasaan bangga dan sedih, juga berbagai nilai-nilai, wawasan dan pelajaran yang bisa dipetik dalam proses pembelajaran Bekal Pemimpin.

[irp]

Pertama, Pemimpin masa depan ternyata membutuhkan keterbukaan untuk melakukan perubahan yang massive pada setiap sektor yang digeluti sebagai kontribusinya untuk merubah alam dan manusia lebih baik. Bukan hanya itu, penting juga adalah komitmen harus selalu melekat pada setiap pemimpin masa depan sebagai agen perubah diri sendiri, keluarga dan lingkungannya serta dunia. Keterbukan dan komitmen adalah sebuah kunci pemimpin masa depan yang harus dilahirkan. Semoga melalui Program Bekal Pemimpin bisa terlahir.

Kedua, ada empat faktor kunciย  yang bisa menjadi motor penggerak dalam mencapai level berkelanjutan. Pertama, Terapan Ilmu pengetahuan dalam membuat setiap regulasi dan kebijakan. Kedua, Selalu memperhitungkan manfaat ekonomi dan biaya dalam melakukan implementasi program. Ketiga, Peran kelembagan harus clear dan proporsional serta profesional. Keempat, adanya suatu aturan yang ditegakkan. Selain itu, dalam mencari pokok permasalahan harus menggunakan teori gunung es yaitu menggali informasi mulai dari dasar, kolom dan permukaan sumber masalah sehingga jelas apa yang mau diintervensi demi mendapatkan Win win solution.

Ketiga, Masyarakat Hukum Adat (MHA) adalah Modal Kunci Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut Berkelanjutan. MHA didefinisikan sebagai sekelompok orang yang secara turun-temurun bermukim di wilayah geografis tertentu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya ikatan pada asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan tanah, wilayah, sumber daya alam, memiliki pranata pemerintahan adat, dan tatanan hukum adat di wilayah adatnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam MHA bisa menjadi ruang kontribusi dan peran dalam pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.

Keempat, mendengarkan itu nikmat. Belajar mendengarkan satu sama lain dengan memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk memberikan cerita atau gagasan dan sebaliknya akan membantu memahami makna.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: