Caleg Boleh Gagal, Tapi Tancapan Paku APK di Pepohonan, Jangan

Klikhijau.com – Saya harus akui sangat lega begitu pemilihan umum (Pemilu) usai. Kelegaan saya bukan karena jagoan saya terpilih, bukan. Jika boleh membuat pengakuan, saya tak tertarik melangkah ke...

Caleg Boleh Gagal, Tapi Tancapan Paku APK di Pepohonan, Jangan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Saya harus akui sangat lega begitu pemilihan umum (Pemilu) usai. Kelegaan saya bukan karena jagoan saya terpilih, bukan.

Jika boleh membuat pengakuan, saya tak tertarik melangkah ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos. Jadinya, selama ini saya berada pada jalur netral alias tak memilih siapa-siapa tiap perayaan pesta demokrasi itu.

Kelegaan saya, karena tak lagi menemukan Alat Peraga Kampanye (APK) yang menghuni sepanjang jalan yang saya lalui. Semisal ketika saya menyusuri Jalan Abdul daeng Sirua, Makassar atau pada jalan lain yang dulu di penuhi APK yang dipaku di pepohonan

Namun, jika ditelisik lebih dalam lagi maka ketiadaan APK di pepohonan tetap memiriskan. Bagaimana tidak, yang hilang hanyalah APKnya, tapi pakunya tetap saja setia menancapi di pepohonan. Padahal yang berbahaya bagi pohon bukanlah APKnya, tapi pakunya.

Saya kerap memikirkan siapa yang salah, siapa yang harus melindungi pepohonan yang memberikan oksigen secara gratis bagi manusia? Atau siapa yang bertanggungjawab mencabut paku-paku itu?

Pertanyaan itu kerap pula saya jawab sendiri, tak ada yang salah. Yang ada hanyalah kita kurang tahu cara berterima kasih pada pepohonan dan tak “membaca” aturan pemasangan APK serta tak akan ada pelaku pemilu  yang rela mencabut paku-paku itu, ia akan terus tertancap melukai pepohonan.

Padahal pemasangan APK di pohon tentu bukan pada seharusnya, sebab itu melanggar aturan dan menyakiti makhluk hidup. Barangkali, para Calon legislatif (Caleg), calon DPD, presiden dan wakilnya tak tahu atau pura-pura tak tahu dampak buruk paku pada makhluk peneduh itu.

Harusnya mereka yang terlibat dalam pemilu, tahu paku berpotensi sebagai titik masuk bagi infeksi penyakit dan bakteri pada pohon. Tusukan–tusukannya akan menyebabkan kerusakan dalam bentuk kompartementaslisasi.

Hal itu disebabkan pohon akan mengalami gangguan proses fisik dan biologis dalam tubuhnya jika ada benda asing tertanam di dalamnya yang akan mengganggu proses fisiologi tanaman dan mengurangi tekstur kayu pada pohon.

Kekuatan kayu pun akan berkurang karena pohon mudah terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri karena banyaknya pintu bagi hama dan penyakit pada kulit pohon. Padahal kulit pohon adalah tameng terluar dari batang pohon. Sedangkan batang adalah tempat yang sentral dan pertumbuhan pohon.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2