Burung Kapasan Sulawesi, Si Romantis Nan Endemik yang Menggemaskan

Klikhijau.com – Burung Kapasan Sulawesi (Lalage leucpygialis), burung romantis endemik Sulawesi. Penasaran dengannya, yuk kita kenalan dengan salah satu burung khas daratan Celebes ini. Burung yang...

Burung Kapasan Sulawesi, Si Romantis Nan Endemik yang Menggemaskan
Bacakan Artikel

Para pemerhati burung meyakini bahwa kapasan sulawesi di hutan memiliki suara yang lebih halus. Suara melengking justru dijumpai pada kerabat dekatnya, kapasan sayap-putih.

Kemiripin kedua spesies burung ini terkadang menjadi kendala tersendri untuk menjelaskan hubungan keduanya.

Warna antara jantan dan betina memiliki sedikit perbedaan. Jantan kapasan sulawesi berwarna hitam di bagian atas dan putih keabu-abuan di bagian bawah. Alis di atas mata berwarna putih. Tunggir dan sayap  berwarna putih.

Pada betina, lebih kalem dengan warna hitam berganti menjadi abu-abu atau abu-abu kecoklatan. Hanya mahkotanya yang berwarna hitam.

Sulawesi menjadi surga bagi penikmat burung di alam liar. Catatan para pemerhati burung menunjukkan angka burung endemik tertinggi berada di Sulawesi. Mengalahkan variasi jenis burung wilayah lain di nusantara.

“Sulawesi menduduki peringkat pertama dengan 148 burung endemiknya, menyusul Papua dengan 63 spesies endemiknya, Jawa-Bali memiliki 57 jenis, seeta Maluku Utara dan Nusa Tenggara masing-masing 41 jenis burung endemiknya,” terang Akhmad David Kurnia Putra, pengamat burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata pada webinar 16 Juli 2020 lalu.

Kita patut berbangga sebagai warga Sulawesi, namun di satu sisi maraknya perburuan liarnya juga membuat kita prihatin. Tak heran kita sering menjumpai warga membawa senjata api. Menjadikan burung sebagai sasaran empuknya.

Padahal senapan angin tercipta bukan semata-mata untuk menembaki burung. Hanya saja kenyataannya pemilik senapan angin sangat identik dengan pemburu burung secara liar.

Keberadaannya penting bagi ekosistem

[caption id="attachment_16568" align="alignnone" width="397"]burung kapasan betina Kapasan Sulawesi (Betina), sedang menyantap belalang sembah - Foto/ Taufiq Ismail[/caption]

Mengapa kehadiran burung ini penting? Kehadirannya burung sangat dinanti oleh tumbuhan. Menjadi agen penyerbuk, mempertemukan putik dan benang sari. Ini berlaku untuk jenis burung yang menyukai nektar bunga.

Berbeda lagi dengan burung yang menyukai serangga atau pun reptil kecil seperti halnya kapasan sulawesi. Ia menjadi pengontrol populasi mangsanya. Menjadikan serangga berada di ambang normal.

Tidak over populasi. over populasi yang pada akahirnya akan merugikan manusia, terutama bagi petani.

Seperti contoh petani jagung, ia membutuhkan kehadiran burung. Meski sebenarnya ia tak begitu menyadarinya. Mengapa? Kehadiran burung di sekitar kebun milik pak Tani menjadi pengontrol ulat ngengat yang kadang jumlah melimpah.

Dengan hadirnya burung di sana menjadikan ulat ngengat ini menjadi makanannya. Hingga pada akhirnya jumlahnya tidak berlebihan.

Begitulah mekanisme alam. membuat ekosistem menjadi seimbang. Kehadiran mereka penting, meski terkadang manusia tidak menyadari perannya.

Sesungguhnya burung akan lebih indah di alam. Menjadikannya lebih berfaedah, melaksanakan tugas yang diemban kepadanya.

Yuk kita kenali dan cintai satwa liar kita, agar kita makin sayang kepadanya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2