Berkenalan dengan Akasia, Pohon Kenangan yang Kembali Diidamkan

Klikhijau.com – Akasia (Acacia mangium Willd), pohon kenangan ini hanya saya jumpai di masa kecil di kampung saat masih duduk di Sekolah Dasar di tahun 90-an. Bila tak salah ingat, ada tiga pohon akas...

Berkenalan dengan Akasia, Pohon Kenangan yang Kembali Diidamkan
Bacakan Artikel

Klikhijau.comAkasia (Acacia mangium Willd), pohon kenangan ini hanya saya jumpai di masa kecil di kampung saat masih duduk di Sekolah Dasar di tahun 90-an. Bila tak salah ingat, ada tiga pohon akasia yang berjejer di pinggir lapangan sekolah kami.

Di bawah Akasia itulah, kami selalu berkumpul dan memunguti biji-bijinya  yang kecil berwarna hitam saat musim kemarau. Sesekali kami memanjat ke atasnya ramai-ramai sembari menikmati udara segar yang seolah berhembus dari dedaunnya.

Namun, satu hal yang menyebalkan, setiap awal pagi, kami harus secara bergantian membersihkan halaman sekolah akibat daun dan biji akasia yang berhamburan.

Tak lama setelah tamat di Sekolah Dasar, saya terkejut saat melihat pohon akasia andalan itu tiada lagi, ditebang. Saya tak pernah tahu alasannya, mungkin saja dedaun dan bijinya yang kerap jadi sampah. Atau kayunya akan digunakan, entahlah! Belakangan saya melihat, ada beberapa pohon mangga tumbuh subur di atas bekas pohon akasia itu.

Di tahun 1990-an, akasia memang masih cukup banyak dijumpai di pinggir jalan dan ruang publik lainnya di Sulawesi Selatan.

Dalam beberapa sumber terpercaya disebutkan, Akasia diperkenalkan pertama kali pada tahun 1960-an di beberapa negara seperti Malaysia, Papua Nugini, Bangladesh, Cina, India, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

Di Indonesia, jenis ini pertama kali menyebar ke Kepulauan Maluku pada akhir tahun 1970-an sebagai jenis pohon untuk program reboisasi (Pinyopusarerk dkk. 1993).

Sebarannnya

Faktanya, Acacia mangium Willd ternyata pohon idaman dengan kualitas kayu yang bagus. Pohon ini dikenal dengan nama mangium, merupakan salah satu jenis pohon cepat tumbuh yang paling umum digunakan dalam program pembangunan hutan tanaman di Asia dan Pasifik.

Keunggulan dari jenis ini adalah pertumbuhan pohonnya yang cepat, kualitas kayunya yang baik, dan kemampuan toleransinya terhadap berbagai jenis tanah dan lingkungan.

Dikutip Wikipedia, Mangium juga dikenal sebagai pohon duri, dalam bahasa Inggris disebut whistling thorns ("duri bersiul") atau Wattles, atau yellow-fever acacia ("akasia demam kuning") dan umbrella acacias ("akasia payung").

[caption id="attachment_16562" align="alignnone" width="448"]akasia Daun dan bunga akasia - Foto/Jualo[/caption]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2