Bunga Srigading, Tanaman Legendaris, Manfaat dan Cara Merawatnya!

Klikhijau.com – Bunga Srigading (Nyctanthes arbor-tristis L.), tanaman legendaris yang kembangnya mengeluarkan aroma harum, utamanya di malam hari. Bunga ini identik dengan senja. Yah, itu karena b...

Bunga Srigading, Tanaman Legendaris, Manfaat dan Cara Merawatnya!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bunga Srigading (Nyctanthes arbor-tristis L.), tanaman legendaris yang kembangnya mengeluarkan aroma harum, utamanya di malam hari.

Bunga ini identik dengan senja. Yah, itu karena bunganya mekar saat matahari senja atau nyaris tenggelam dan layu saat matahari terbit. Mahkota bunganya berwarna jingga cerah berjumlah 5-8, membuatnya disukai banyak orang.

Pesona bunganya akan tampak di malam hari dengan aroma khas mirip melati, membuat Srigading dinamai pula ‘night jasmine’ alias melati malam. Sebagaimana melati atau mawar yang beraroma harum, jenis ini juga banyak dimanfaatkan dalam pembuatan parfum.

Tanaman dari suku Oleaceae ini berasal dari kawasan Asia Tengah dan Himalaya sebelum akhirnya menyebar ke Indonesia dan saat ini banyak dijumpai di penjual tanaman hias. Di Indonesia lebih akrab disebut ‘Sirih gading’.

Mengapa disebut bunga legenda?

Disebut bunga legendaris, karena bunga ini beririsan dengan mitologi dewa Krisna di India. Nama lainnya cukup banyak antara lain Nyctanthes arbor-tristis, Parijat/parijatham, Sorrowfull tree, Har singar, Coral jasmine atau Quenn of night.

Dalam legenda disebutkan, bunga Srigading atau Parijataka di bawa ke bumi oleh Dewa Krisna dari Kahyangan untuk istrinya bernama Satyabama. Krisna tahu, jika Rukmini, istri Dewa Krisna yang lain akan iri dan meminta pohon juga. Maka, sang dewa pun meminta Satyabama menanam Srigading persis di perbatasan tanah yang bersebelahan dengan Rukmini.

Kedua istri Dewa Krisna pun akur karena bunga Srigading. Memang, pohonnya ditanam oleh Satyabama, namun karena di perbatasan rumah Rukmini, ranting dan bunga itu pun berkecambah di sisi pekarang Rukmini dan sekaligus menjadi miliknya.

Ada pula kisah romantis lainnya yakni tentang putri Parijataka yang jatuh hati pada dewa Surya. Sang dewa membujuk putri Parijataka untuk mengikutinya sebagai manusia biasa dan meninggalkan segala kehidupannya sebelumnya.

Namun, tragedi terjadi kemudian hari. Saat dewa Surya bosan dan kembali ke Kahyangan, sang putri pun meninggal dengan luka hari mendalam. Saat jenazahnya dikremasi, bunga Srigading muncul tiba-tiba.

Di nusantara, jejak bunga Srigading sudah dikenal sebagai obat tradisional sejak dahulu. Bahkan, salah satu panel relief Karmawibhangga di Candi Borobudur  menggambarkan khasiat bunga ini sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2