Bunga Chamomile, Antibakteri dan Kaya Manfaat untuk Kecantikan

Klikhijau.com - Pernahkah kamu mengonsumsi teh bunga chamomile? Atau, jika membeli personal care sebagian besar ingredients-nya pasti ada kandungan chamomile. Pernah berpikiran kenapa serba chamomi...

Bunga Chamomile, Antibakteri dan Kaya Manfaat untuk Kecantikan
Bacakan Artikel

Spesies                 : M. Chamoille

Biomal Name     : Matricaria chamomile L (Gupta et al., 2010)

Komponen bioaktif bunga Chamomile

Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui efek terapi dari ekstrak buah, dahan, akar dan daun bunga chamomile pada dekade terakhir serta mengidentifikasi unsur bioaktif yang berperan di dalamnya.

Bunga chamomile banyak mengandung senyawa kimia saponin, tannin dan flavonoid. Kelompok senyawa flavonoid berfungsi sebagai anti jamur.

[irp]

Senyawa fenol dan derivatnya merupakan senyawa anti kuman yang dapat menimbulkan denaturasi protein dan merusak membran sel (Jawetz, 2005), sedangkan senyawa saponin dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri melalui mekanisme menurunkan tegangan permukaan (Sharafzadeh et al., 2011).

Banyak sekali senyawa-senyawa bioaktif yang ditemukan pada bunga chamomile, yakni apigenin, alpha-bisabolol, seskuiterpen, terpenoid, flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, kumarin (herniarin dan umbelliferone), phenylpropanoids (asam clorogenat dan asam caffeic), flavon (apigenin dan luteolin), flavanols (quercetin dan rutin), dan polyacetylenes (Gupta et al., 2010).

Flavonoid

Flovanoid memiliki mekanisme antibakteri dengan berbagai aktifitas, diantaranya dengan menghambat sintesis dari asam nukleat bakteri, menghambat fungsi membran sitoplasmik bakteri dan menghambat metabolisme energi bakteri (Gunawan, 2004).

Flavonoid dapat di klasifikasikan berdasarkan biosintesisnya yaitu calcones, flavanones, flavan-3-ols, flavan-3,4-diols sementara klasifikasi lainnya merupakan proses akhir dari biosintesis yaitu anthosianidin, proanthosianidin, flavones dan flavonol (Cushnie dan Lamb, 2005).

Mekanisme kerja flavonoid sebagai senyawa antibakteri dibagi menjadi tiga, yaitu menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sel, serta menghambat metabolisme energi (Hendra et al., 2011).

[irp]

Tannin

Tannin merupakan senyawa fenolik yang larut dalam air dan biasanya memiliki berat molekul tinggi. Tannin memiliki aktifitas antibakteri dengan mengikat makromolekul sehingga tidak tersedia bagi bakteri (Parseh et al., 2012).

Tannin merupakan salah satu jenis senyawa yang masuk kedalam golongan polifenol. Tannin memiliki aktivitas antibakteri, secara garis besar dapat dijelaskan bahawa toksisitas tannin dapat merusak membran sel bakteri.

Senyawa astringent tannin dapat menginduksi pembentukan kompleks ikatan tannin terhadap ion logam yang dapat menambah daya toksisitas tannin itu sendiri (Karou et al., 2005).

Selain itu mekanisme kerja tannin diduga dapat juga mengkerutkan dinding sel (membran sel) sehingga mampu menganggu permeabilitas sel tersebut. Akibat terganggunya permeabilitas sel, sel menjadi tidak mampu melakukan aktivitas hidup sehingga pertumbuhannya akan terhambat bahkan dapat menyebabkan kematian sel (Karou et al., 2005).

[irp]

Saponin

Senyawa lain yang bersifat sebagai antibakteri yakni saponin. Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks dengan berat molekul tinggi yang dihasilkan oleh tanaman.

Berdasarkan struktur kimianya saponin dikelompokkan menjadi tiga kelas utama yaitu steroid, alkaloid dan triterpenoid. Mekanisme triterpenoid sebagai antibakteri adalah bereaksi dengan porin (protein transmembran) pada membran luar dinding sel bakteri, membentuk ikatan polimer yang kuat sehingga mengakibatkan rusaknya porin.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: