Bunga Chamomile, Antibakteri dan Kaya Manfaat untuk Kecantikan

Klikhijau.com - Pernahkah kamu mengonsumsi teh bunga chamomile? Atau, jika membeli personal care sebagian besar ingredients-nya pasti ada kandungan chamomile. Pernah berpikiran kenapa serba chamomi...

Bunga Chamomile, Antibakteri dan Kaya Manfaat untuk Kecantikan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pernahkah kamu mengonsumsi teh bunga chamomile? Atau, jika membeli personal care sebagian besar ingredients-nya pasti ada kandungan chamomile.

Pernah berpikiran kenapa serba chamomile? Hal itu pastinya bukan tanpa dasar. Berikut penjelasan bunga camomile dari asal hingga manfaatnya.

Bunga chamomile jenis Matricaria chamomile L adalah tanaman yang ditemukan di Eropa, Afrika Utara dan Asia Utara. Chamomile berasal dari kata Yunani yang berarti Chamos dan milos, yang berarti apel.

Hal ini dikarenakan bunga chamomile ini memiliki aroma yang mirip dengan aroma buah apel. Bunga ini adalah salah satu ramuan obat penting asli Eropa selatan dan timur. Bunga ini juga tumbuh di Jerman, Hongaria, Prancis, Rusia, Yugoslavia, dan Brasil (Ivens, 2009).

Selain itu tanaman ini juga dapat ditemukan di Afrika Utara, Asia terutama Indonesia dan Malaysia, Amerika Utara dan Selatan, Australia, dan Selandia Baru (Svab, 2009).

Bunga chamomile juga tumbuh di semua wilayah bagian Eropa dari Rusia, Ukraina, Moldova, Krimea, Asia Tenggara khususnya di daerah Indonesia dan Malaysia (Srivastava et al., 2011).

[irp]

Morfologi bunga Chamomile

Tanaman ini tumbuh dengan ketinggian kurang lebih 30 cm dari permukaan tanah, dengan batang yang berkerut dan bercabang, daun berwarna hijau pucat. Bunganya mirip dengan bunga Aster dengan kuntum berwarna putih dengan inti berwarna kuning.

Kelopak dan inti inilah yang kemudian akan dimanfaatkan sebagai obat herbal yang disajikan dalam bentuk teh, ekstrak, dan kapsul yang diyakini memiliki banyak khasiat herbal (Sharafzadeh et al., 2011).

Secara morfologi, tumbuhan Chamomile memiliki tinggi antara 15 cm sampai 60 cm dengan bunga berkelopak putih dengan bagian tengah berwarna kuning. Batang tegak lurus berwarna hijau kecoklatan atau hijau kekuningan, bercabang, dan daun-daun yang semi menjari terpisah dibawah dan daun-daun yang terbelah dua di atas.

Bunga ini memiliki lobus filiform; kapitulum berdiameter 1,5 cm dan terdiri dari 12–20 kelopak putih yang mengelilingi suatu wadah berongga kerucut (Sharafzadeh et al., 2011).

[irp]

Hampir semua bagian kuntum mengandung rambut glandular dengan tangkai pendek. Selain itu terdapat putik dengan ujung membesar, yang terbentuk dari beberapa tingkatan, masing-masing dari dua sel yakni sel ovarium dengan band longitudinal sel-sel lendir kecil atau stigma dengan papila memanjang di puncak (serbuk sari). Serta ditemukan banyak duri pendek di setiap permukaannya (Sharafzadeh et al., 2011).

Bubuk floss chamomile atau bubuk serbuk sari chamomile berwarna kuning kehijauan sampai coklat kekuningan dengan serbuk sari yang berduri dan berdiameter 18-25 μm.

Selain itu ditemukan fragmen-fragmen corolla kuning atau putih, dengan sel-sel epidermis kecil poligonal yang memiliki dinding lurus atau sedikit bergelombang, kadang-kadang berbentuk papila, dan mengandung rambut kelenjar pada bubuk floss atau serbuk sari dari bunga chamomile.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: