Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah

Klikhijau.com – Bunga basah, begitu saja orang-orang di kampung saya menamainya. Tak ada yang mengembangbiakkannya. Tumbuh liar saja di kebun atau di pinggir jalan. Warna bunganya orange, hanya tum...

Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah
Bacakan Artikel

Kemarin ketika saya ke Desa Kahayya yang merupakan tetangga dari Desa Kindang, sepanjang jalan banyak saya temukan tumbuhan ini tumbuh, dengan bunga yang mekar memesona.

Bunga ini bukanlah tumbuhan yang diharapkan kemunculannya oleh para petani. Ia dianggap rumput yang mengusik tanaman. Tumbuh liar tanpa terkendali.

Karenanya bagi para petani para tumbuhan ini adalah musuh bebuyutan tiap musim hujan. Barangkali karena itu pula, nyaris ada yang akan berniat menikmati keindahannya, terlalu biasa.

Sesuatu yang terlalu biasa akan hilang daya tariknya. Seperti halnya bunga basah, bagi orang kampung, seperti di kampung saya. Hadirnya justru meresahkan dan harus dibasmi hingga ke akar-akarnya.


Menyukai tanah subur

Bunga basah bagi saya terbilang ajaib, sebab jika musim kemarau ia akan hilang tanpa jejak. Begitu musim hujan ia tumbuh memesona.

“Akan tumbuh subur jika tanahnya juga subur,” ujar Ayah saat kami berbincang di atas motor.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: