Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah

Klikhijau.com – Bunga basah, begitu saja orang-orang di kampung saya menamainya. Tak ada yang mengembangbiakkannya. Tumbuh liar saja di kebun atau di pinggir jalan. Warna bunganya orange, hanya tum...

Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Akan tumbuh subur jika tanahnya juga subur,” ujar Ayah saat kami berbincang di atas motor.

Saya harus akui itu benar, sebab tak semua tanah juga bisa ditumbuhi bunga basah dengan subur. Apalagi keterangan itu datang dari Ayah, orang yang telah bersentuhan dengan bunga basah selama bertahun-tahun.

Iya, setiap tahun Ayah harus bertarung menyingkirkannya dari kebun demi membiarkan tumbuhan yang lebih potensial dari segi ekonomi tumbuh subur.

Bunga basah memiliki batang yang terlihat rapuh, lembek, dan mudah patah. Tingginya tak sampai setengah meter.

Daunnya hijau agak meruncing, tidak terlalu lebar. Bunganya akan gugur dengan sendirinya. Kata, Ayah, yang tumbuh adalah buahnya.

Buah itu akan mengeram di tanah selama musim kemarau, dan begitu mendapat siraman hujan akan tumbuh lalu bermekaran

Jika kamu ingin menikmati tumbuhan liar yang memesona ini, berkunjunglah ke kampung saya di musim hujan. Kamu bisa membisikkan apa nama ilmiah atau latinnya kepada saya.

Dan ketik saya sudah tahu, saya akan memberi tahu Ayah bahasa latin dari tumbuhan yang menjadi musuh bebuyutannya itu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2