Bukan karena Hujan, Sabaria

Bukan karena Hujan, Sabaria   kukatakan padamu sekali lagi, sabaria. bukan hujan mengantar banjir ke rumahmu, bukan. air hanya sedang rindu ingin tidur di tempat paling rendah dari gunung...

Bukan karena Hujan, Sabaria
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Bukan karena Hujan, Sabaria


 

kukatakan padamu sekali lagi, sabaria. bukan hujan mengantar banjir ke rumahmu, bukan. air hanya sedang rindu ingin tidur di tempat paling rendah dari gunung

dan api yang sedang mengamuk di kotamu itu, bukan api yang memanggang ayam kampung yang kau sajikan saat aku ke rumahmu. di tahun-tahun lalu, sebelum jarak membuat petanya sendiri.

api itu, adalah kehangatan Tuhan yang selalu kau tanggapi dingin panggilannya

sekali lagi kukatakan padamu, sabaria, yang kau anggap gempa itu, bukanlah gempa. hanya bangkulahang yang sedang terbangun dari tidurnya. terusik oleh suara musikmu

Tuhan tak sedang marah, sabaria. Dia hanya sedang ingin kau kunjungi lebih sering daripada warung kopi

Kindang, Januari 2024

Api


 

wahai kekasihku yang sedang malang. aku datang padamu sebagai api.

kau tahu betul sifat api, ia menghangatkan, mematangkan onde-onde yang sedang kau siapkan sebagai bentuk syukur atas tibaku

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2