Balai TN Babul Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Wisata Pattunuang

Klikhijau.com - Kawasan wisata Pattunuang dan Karaenta menjadi target penanganan sampah wisatawan dan pelintas. Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Camba, Taman Nasional Bantimurung Bulu...

Balai TN Babul Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Wisata Pattunuang
Bacakan Artikel
Ramli

Menjaga Hutan dan Mengamati Burung

Klikhijau.com - Kawasan wisata Pattunuang dan Karaenta menjadi target penanganan sampah wisatawan dan pelintas. Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Camba, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) sebagai pelaksana. Aksi bersih sampah ini berlangsung Kamis, 31 Maret 2022.

Aksi bersih sampah di Pattunuang dan Karaenta melibatkan kurang lebih 70 orang. Turut serta dalam aksi: personil Koramil Bantimurung, Polsek Bantimurung, Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Dinas Kebersihan Maros, Manggala Agni non Daops TN Babul dan mahasiswa KKP Universitas Muhammadiyah.

Penanganan sampah wisatawan selalu menjadi polemik bagi pengelola wisata, tak terkecuali di taman nasional. Himbauan dan ajakan untuk tidak membuang sampah sembarang tempat sering dilakukan.

Aksi bersih sampah ini bertujuan memelihara keindahan tempat wisata Pattunuang. Pun bagi Karaenta, untuk menyenangkan mata pelintas hutan primer ini.

"Kegiatan penanganan sampah wisatawan akan berlangsung di dua lokasi: Pattunuang dan Karaenta," terang Romualdus Langoday, selaku ketua panitia.

Peserta terbagi dua. Satu tim menuju Karaenta, memunguti sampah plastik sepanjang jalan, buangan pengendara yang lalu lalang. Tim lain terkonsentrasi di kawasan wisata Pattunuang, mengangkat sampah plastik yang miris dipandang mata.

"Sampah di lokasi berserakan di mana-mana, tidak elok dipandang. Wisatawan tidak nyaman dibuatnya," pungkas Ir. Alias, saat memberikan sambutan.

Aksi bersih sampah ini masih dalam rangkain hari peduli sampah nasional (HPSN) 2022 dan hari Bakti Rimbawan.

"Semoga acara seperti ini bisa digalakkan terus karena sangat bermanfaat. Sampah plastik begitu mengganggu kehidupan. Alangkah miris kita melihat hutan menjadi tempat pembuangan sampah. Bukankah patut kita bersyukur karena negara kita adalah paru-paru dunia karena hutannya. Masa kita tega mengotorinya," pesan  Kepala Desa Samangki, Hj. Darwana, S.Pd saat saya temui.

Salah satu kebiasaan yang perlu kita budayakan yakni dengan menggunakan tumbler. Kebiasaan mengurangi sampah dari botol air mineral kemasan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2