Atasi Pencemaran di Ketinggian, Fasilitas Sanitasi Hijau Kini Hadir di Pos 8 Bawakaraeng

Klikhijau.com - Langkah konkret dalam upaya pelestarian ekosistem pegunungan kembali ditunjukkan melalui kolaborasi masif berbagai elemen, 110 delegasi yang berasal dari instansi pemerintah, organisas...

Atasi Pencemaran di Ketinggian, Fasilitas Sanitasi Hijau Kini Hadir di Pos 8 Bawakaraeng
Bacakan Artikel

Fokus aksi hari pertama ini adalah mensterilkan area Pos 8 Bawakaraeng, sebuah titik yang selama ini menjadi area favorit berkemah para pendaki namun rentan terhadap tumpukan sampah.

Sampah anorganik, terutama plastik sekali pakai dan botol minuman, menjadi target utama dalam penyisiran ini. Setelah melakukan pembersihan intensif selama beberapa jam, tim berhasil mengumpulkan akumulasi sampah yang mengejutkan.

[irp]

Tercatat, total berat sampah yang diangkut mencapai 389 kilogram dengan volume sebanyak 35 kantong sampah besar. Dominasi sampah plastik ini mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung gunung terhadap prinsip Leave No Trace atau tidak meninggalkan jejak sampah saat melakukan aktivitas luar ruang.

Selain aksi pungut sampah, momen krusial dalam kegiatan ini adalah peresmian green infrastructure (infrastruktur hijau) berupa fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusdal LH Suma, Dr. Azri Rasul.

Infrastruktur Hijau: Solusi Sanitasi di Ketinggian

Peresmian bangunan fasilitas sanitasi ini menjadi terobosan penting bagi pengelolaan kawasan Gunung Bawakaraeng. Dr. Azri menjelaskan bahwa selama ini akses air bersih menjadi kendala utama bagi para pendaki di sekitar area perkemahan Pos 8.

"Biasanya, ketika pendaki berada di sini dan membutuhkan air, mereka harus turun cukup jauh menuju sungai. Kami hadir untuk memberikan solusi dengan menghadirkan sistem pengaliran air yang lebih dekat ke kawasan camp,"ย kata Azri Rasul.

Ia mengaku dalam pembangunan ini telah memikirkan pemilihan bahan untuk dapat dilakukan dalam waktu jangka panjang.

"Kami menggunakan pipa elastis yang telah dirancang khusus agar tahan lama dan tidak mudah rusak meski terinjak oleh binatang hutan. Air tersebut dialirkan dari sumbernya sejauh 120 meter menuju penampungan yang kita bangun di atas," jelas Dr. Azri Rasul saat meninjau langsung fasilitas tersebut.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: