Menerapkan 5 Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anti Mainstream

Klikhijau.com โ€“ Gaya hidup ramah lingkungan ada mainstream atau lumrah. Ada juga yang anti mainstream atau yang belum banyak dilakukan. Umumnya yang telah dilakukan banyak orang, daya tantangannya...

Menerapkan 5 Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anti Mainstream
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Gaya hidup ramah lingkungan ada mainstream atau lumrah. Ada juga yang anti mainstream atau yang belum banyak dilakukan.

Umumnya yang telah dilakukan banyak orang, daya tantangannya dan juga daya tariknya agak memudar.

Karenanya, dibutuhkan gaya hidup ramah lingkungan yang anti mainstream. Dengan begitu, akan ada daya tarik dan rasa penasaran yang menggelombang dalam diri.

Salah satu hal mendesak dalam penerapan gaya hidup ramah lingkungan adalah masalah sampah. Persoalan sampah masih tetap jadi polemik, termasuk di Indonesia. Bahkan di negara ini pada tahun 2021 jumlah sampah mencapai 1731.32 ton.

[irp]

Sampah-sampah itu didominasi oleh sampah rumah tangga, yakni sebesar 42 persen. Grafik sampah rumah tangga ini terus menanjak setiap tahun.



  • Membuat Eco-enzyme



Eco-enzyme adalah hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah-buahan dan sayuran yang difermentasikan menggunakan bahan sederhana: air dan gula.

Proses fermentasi eco-enzyme memakan waktu 3 hingga 6 bulan saja. Eco-enzym bisa kita gunakan untuk cairan pembersih sehari-hari, pupuk, maupun pengusir hama.

Meskipun tidak sepopuler pengomposan, jangan salah sebab eco-enzyme juga memiliki banyak manfaat. Karena cukup ekonomis, bahan-bahannya tersedia mudah didapat karena di rumah dan tidak mahal.

Eco-enzyme ย juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan pertanian hanya dengan modal kecil.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: