Jejak 2830 Mdpl, Sebuah Upaya Mengurai Permasalahan Sampah di Gunung

Publish by -153 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Jejak 2830 Mdpl, Sebuah Upaya Mengurai Permasalahan Sampah di Gunung
Jejak 2830 Mdpl, Sebuah Upaya Mengurai Permasalahan Sampah di Gunung

Klikhijau.com – Permasalahan sampah memang rumit. Ia bisa ada di mana-mana. Bahkan saat mendaki gunung, sering dijumpai, seperti puntung rokok, pembungkus indomie, kaleng minuman dan lain sebagainya.

Sampah-sampah tersebut memiliki sifat  yang cukup bebal, tidak mudah hancur sehingga bisa menimbulkan permasalahan yang serius pada lingkungan.

Sampah yang menghuni gunung menjadi masalah serius bagi seluruh pencinta alam dan pemerhati lingkungan.

Kita harus mengakui, terkadang sebagian pendaki gunung kurang peka dan cenderung meremehkan sampah di atas gunung.

KLIK INI:  Perihal yang Patut Dinantikan dari Opap Gempa Makassar di November

Mereka  dianggap sampah, khususnya  plastik mudah habis dan cepat hancur. Banyak yang belum mengetahui bahwa plastik merupakan bahan yang sulit terurai dan  dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.

Bagi yang ingin melakukan pendakian sebaiknya membawa kantong yang lebih ramah lingkungan dan bisa dipakai berkali-kali. Gunakan kantong yang berbahan kain atau kantong kertas.

Butu kesadaran diri

Masalah sampah di atas gunung sebenarnya bisa diselesaikan dengan mudah dan sangat gampang. Hal yang diperlukan adalah  kesadaran kita masing masing. Biasakan mendaki gunung tanpa meninggalkan jejak sampah!

Upaya itu memang terlihat sederhana, namun akan memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan. Karena itu, perlu diterapkan dan harus menjadi prinsip. Agar para pendaki gunung  tidak meninggalkan jejak sampah di mana pun  berada, terutama saat berada di atas gunung.

Tak ada jaminan, sampah yang dibuang di atas gunung akan tinggal di gunung. Sangat mungkin akan terbawa ke sungai saat hujan, lalu sampah itu mengalir jauh dan sangat bisa pula sampai ke kamarmu saat terjadi banjir.

Karena itulah, sebaiknya jika punya sampah bawalah turun gunung. Lalu buanglah  pada tempatnya dan bukan di atas gunung, sebab gunung anti sampah.

KLIK INI:  KOMPAS dan WWF akan Gelar Konservasi Mangrove di Luppung Manyampa
Penyelamatan Gunung Bawakaraeng

Salah satu gunung di Indonesia yang tidak lepas dari hunian sampah adalah Gunung Bawakareang yang berada di Sulawesi Selatan.

Namun, penyelamatan Gunung Bawakaraeng dari sampah dapat dilakukan siapa saja dan lewat berbagai cara

Semisal yang akan digelar oleh Organisasi Petualangan Alam Bebas Generasi Muda Pecinta Alam Makassar (Opab Gempa Makassar). Organisasi ini akan menggelar kegiatan bertajuk “Jejak 2830 Mdpl”. Kegiatan tersebut merupakan gerakan aksi penanaman pohon dan aksi bersih sampah di gunung. Itu dilakukan sebagai bukti nyata dan pelajaran yang berharga kepada kita semua, bahwa mendaki gunung tanpa menghasilkan sampah sangat bisa dilakukan.

Kegiatan “Jejak 2830 Mdpl” akan di awali dengan penanaman bibit pohon di area air terjun Lembanna, Gowa. Lokasi ini akan menjadi titik start aksi penanaman menuju ke pos 5 hingga ke puncak 2830 Mdpl pada tanggal 28 – 30 Oktober 2020.

Pendakian Gunung Bawakaraeng dari pos ke pos bukan hanya sekadar penghijaun atau aksi bersih sampah saja, namun ada juga kegiatan lomba foto konservasi dengan tema Gelora Spirit Kepedulian Pada Alam dan Lingkungan

Lomba foto tersebut berlangsung selama kegiatan aksi bersih sampah dan penanaman pohon di Gunung Bawakaraeng.

KLIK INI:  Ajak Selamatkan Hutan Sulsel, Green Youth Movement Gelar Festival

Peserta nantinya dibebaskan untuk mengambil gambar sebagus mungkin dan mengupload fotonya di sosial media sesuai regulasi dari panitia. Juara foto kontes nantinya akan diumumkan 3 hari setelah kegiatan selesai.

Diikuti puluhan organisasi

Kegiatan  Jejak 2830 Mdpl  akan diikuti puluhan kelompok atau organisasi pencinta alam dari berbabgai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Masing-masing kelompok beranggotakan 3 orang. Aksi penyalamatan Gunung Bawakaraeng ini penting dilakukan mengingat pentingnya pemulihan ekosistem dan pembentukan hutan dan sumber mata air untuk penduduk desa di area pegunungan Bawakaraeng

Masyarakat di area pegunungan Bawakareang meyoritas hidup sebagai petani, sehingga sumber air bagi mereka sangat penting untuk menghidupkan tanamannya.

Oleh sebab itu, lindungi hutan dan gunung kita. Anda bisa ikut pada program “Jejak 2830 Mdpl” sebagai sebuah upaya untuk mengajak sahabat petualang berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih dan penanaman pohon di gunung pada 28- 30 Oktober 2020.

Sahabat hijau yang ingin bergabung bisa mendafrakan diri  di link ini

KLIK INI:  Intip Upaya Menghijaukan Desa Baturappe dengan Pohon Kelor
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!