Ali Topan, Pejuang Bank Sampah dari Kabupaten Pinrang yang Tanpa Kata Menyerah

Klikhijau.com - Ali Topan (36) adalah seorang difabel yang gigih berjuang memerangi kepungan sampah di daerahnya, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika bertemu dan berdiskusi panjang...

Ali Topan, Pejuang Bank Sampah dari Kabupaten Pinrang yang Tanpa Kata Menyerah
Bacakan Artikel

Anak dari Samson P Lamma ini pun semakin menikmati pekerjaannya. Hal itu karenaย  semakin banyak saudara dan warga yang bermunculan bekerjasama dengannya. โ€œMungkin karena saya memang benar-benar ikhlasย  bekerja untuk bumi iniโ€ฆโ€ ucapnya optimis.

Ali juga bahagia karena nasabah bank sampahnya semakin bertambah dari watu ke waktu. Meski di masa pandemi Covid-19 ini, penurunan drastis terjadi karena sebagian nasabahnya enggan mengurusi sampah. Betapa pun itu, ia selalu merasa bersyukur sebab masih ada orang-orang yang peduli bersamanya mengatasi krisis sampah plastik.

Ia juga sangat bahagia karena semakin sering dilibatkan dalam banyak forum diskusi mengenai sampah. Berkali-kali ia diundang sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan lingkungan, baik di tingkat regional maupun nasional. Ia juga aktif memperdalam pengetahuannya dengan intens mengikuti pelatihan bank sampah yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Belum lagi, tamu-tamu yang berkunjung ke bank sampahnya sudah mulai berdatangan dari berbagai daerah. Mereka datang untuk melihat best practise yang dilakukan Ali Topan dan ia senang berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siapa saja.

[irp]

Nominator Kalpataru 2021

Namanya kini jadi buah bibir di Kabupaten Pinrang bahkan di Indonesia. Ali masuk dalam 21 nominator penerima Kalpataru tahun 2021, sebuah award bergensi di bidang lingkungan. Ini adalah capaian tertinggi seorang aktivis atau pejuang lingkungan. Penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pada para pengabdi dan perintis di bidang lingkungan atas dedikasi dan perjuangannya yang berdampak luas secara sosial.

Dari lubuk hatinya yang terdalam, Ali sejatinya tidak jumawa atas dirinya yang masuk nominasi Kalpataru. Baginya, tanpa penghargaan pun ia memang telah menghibahkan dirinya untuk lingkungan.

Kata Ali, masalah sampah ini seperti pekerjaan rumah yang tiada ujungnya. Karena itu, ia berharap kerjasama multipihak bisa terjalin. Kolaborasi antara pemerintah, pegiat bank sampah dan semua pegiat lingkungan dirasa penting untuk melakukan edukasi mengenai tata kelola sampah.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: